alexametrics

Kematian Covid-19 di Brasil Melonjak, Presiden Minta Berhenti Mengeluh

6 Maret 2021, 07:37:55 WIB

JawaPos.com – Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, mengatakan kepada warganya untuk berhenti mengeluh tentang Covid-19 meskipun ada lonjakan kasus dan jumlah kematian. Komentar Bolsonaro muncul sehari setelah Brasil mengalami rekor kematian selama 24 jam.

Brasil saat ini sedang menghadapi fase pandemi terburuk sehingga sistem kesehatannya dalam kondisi krisis. Sebagai tanggapan, beberapa kota dan negara bagian telah memberlakukan pembatasan sendiri.

Kementerian kesehatan Brasil mengatakan lebih dari 260.000 orang telah meninggal akibat Covid-19. Itu merupakan jumlah kematian tertinggi akibat Covid-19 kedua di dunia setelah AS. Brasil sempat memunculkan rekor kematian harian yakni mencapai 1.910 jiwa. Ledakan kasus telah dikaitkan dengan penyebaran varian virus yang sangat menular yang diduga berasal dari kota Manaus di Amazon.

Hanya saja, Bolsonaro masih terus meremehkan ancaman yang ditimbulkan oleh virus tersebut. “Berhentilah mengeluh dan merengek. Berapa lama kamu akan terus menangis tentang Covid-19?” sebut Bolsonaro mengatakan di sebuah acara seperti dilansir BBC.

“Berapa lama lagi kamu akan tinggal di rumah dan menutup semuanya? Tidak ada yang tahan lagi. Kami menyesali kematian, tapi kami butuh solusi,” sebut Bolsonaro.

Komentar Bolsonaro ditanggapi dengan kemarahan oleh Gubernur Sao Paulo, Joao Doria, yang secara khusus mengecam penanganan pandemi oleh Bolsonaro. Berbicara kepada BBC, Doria menyebut Presiden Bolsonaro sebagai orang gila karena menyerang gubernur dan wali kota yang ingin membeli vaksin dan membantu negara untuk mengakhiri pandemi.

“Bagaimana kita bisa menghadapi masalah ini, melihat orang meninggal setiap hari? Sistem kesehatan di Brasil di ambang kehancuran,” kata Doria.

Presiden Bolsonaro sendiri memang secara konsisten menentang tindakan karantina yang diberlakukan oleh gubernur, dengan alasan bahwa kerusakan tambahan pada ekonomi akan lebih buruk daripada efek virus itu sendiri.

“Sayangnya, Brasil harus melawan dua virus saat ini yakni virus Korona dan virus Bolsonaro. Ini menyedihkan bagi warga Brasil,” pungkas Doria.

Editor : Edy Pramana




Close Ads