alexametrics

1.500 Anak Ditahan di Irak, Dipaksa Mengaku Bergabung ISIS dan Disiksa

6 Maret 2019, 13:17:02 WIB

JawaPos.com – Human Right Watch (HRW) mengatakan, setidaknya ada 1.500 anak ditahan di Irak dan wilayah yang dikelola Kurdi di negara itu karena diduga memiliki hubungan dengan ISIS. Dalam sebuah laporan disebutkan, anak-anak sering ditangkap dan disiksa secara sewenang-wenang untuk memaksakan pengakuan.

HRW mendesak Pemerintah Irak dan Kurdi untuk mengubah undang-undang antiteror untuk mengakhiri penahanan semacam itu. HRW menyebut mereka melanggar hukum internasional. Pemerintah Irak dan Kurdi sejauh ini tidak memberikan komentar.

isis, anak-anak, kurdi, irak,
Pemerintah Kurdi sebelumnya menolak laporan HRW yang menuduh, anak-anak disiksa untuk mengaku memiliki hubungan dengan ISIS (Shutterstock)

Pemerintah Kurdi sebelumnya menolak laporan HRW yang menuduh, anak-anak disiksa untuk mengaku memiliki hubungan dengan ISIS. Pada Januari, seorang pejabat mengatakan kebijakan pemerintah setempat adalah merehabilitasi anak-anak itu. Mereka juga menyatakan, penyiksaan dilarang dan anak-anak diberi hak yang sama dengan tahanan lainnya.

Laporan setebal 53 halaman itu mengatakan, pada akhir tahun 2018 pihak berwenang Irak dan Kurdi menahan sekitar 1.500 anak-anak karena dugaan berhubungan dengan ISIS. Setidaknya 185 anak-anak asing telah dihukum atas tuduhan terorisme dan dijatuhi hukuman penjara, HRW mengutip pernyataan Pemerintah Irak.

“Pemerintah setempat seringkali menangkap dan menuntut anak-anak yang memiliki hubungan dengan ISIS,” bunyi dokumen HRW dilansir dari BBC pada Rabu (6/3).

HRW dalam dokumennya menambahkan, mereka menggunakan penyiksaan untuk memaksa pengakuan dan hukuman tersangka dalam persidangan yang terburu-buru dan tidak adil

“Pendekatan menyeluruh dan menghukum ini bukan keadilan, dan akan menciptakan konsekuensi negatif seumur hidup bagi banyak dari anak-anak ini,” kata Direktur Advokasi Hak-hak Anak Joe Becker.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum

Copy Editor :

1.500 Anak Ditahan di Irak, Dipaksa Mengaku Bergabung ISIS dan Disiksa