alexametrics

Tiongkok Buat Undang-undang Dorong Islam Kompatibel dengan Sosialisme

6 Januari 2019, 17:08:19 WIB

JawaPos.com – Tiongkok telah mengesahkan undang-undang baru yang isinya untuk menyesuakan Islam dengan adat Tiongkok dalam lima tahun ke depan. Langkah ini merupakan yang terbaru dari Beijing untuk membentuk ulang bagaimana Islam dipraktikkan di Tiongkok.

Global Times melaporkan, setelah pertemuan dengan perwakilan dari delapan asosiasi Islam, pejabat pemerintah setuju untuk mendorong Islam agar kompatibel dengan sosialisme. Namun surat kabar itu tidak memberikan rincian lebih lanjut atau nama-nama asosiasi yang menyetujui keputusan tersebut.

Tiongkok telah memulai kampanye sinofikasi yang agresif dalam beberapa tahun terakhir dengan kelompok-kelompok agama yang sebagian besar ditoleransi di masa lalu. Namun kebebasan beragama mereka menyusut di bawah Presiden Tiongkok Xi Jinping, pemimpin Tiongkok paling kuat sejak Mao Zedong.

muslim uighur, uighur, tiongkok, aksi bela muslim uighur,
Global Times melaporkan, setelah pertemuan dengan perwakilan dari delapan asosiasi Islam, pejabat pemerintah setuju untuk mendorong Islam agar kompatibel dengan sosialisme (Foreign Policy)

Mempraktikkan Islam telah dilarang di beberapa bagian Tiongkok, dengan orang-orang tertangkap berdoa, puasa, menumbuhkan jenggot, atau mengenakan jilbab. Mengenakan jilbab membuat perempuan Muslim di sana takut ditangkap.

Menurut PBB, lebih dari satu juta Muslim Uighur diperkirakan ditahan di kamp-kamp di mana mereka dipaksa untuk mencela agamanya dan berjanji setia kepada Partai Komunis yang berkuasa.

Kelompok-kelompok HAM menuduh Tiongkok terlibat dalam kampanye pembersihan etnis. Pada Agustus, editorial Washington Post mengatakan, dunia tidak bisa mengabaikan kampanye melawan Muslim.

Selain itu, sekolah-sekolah agama dan kelas-kelas bahasa Arab telah dilarang dan anak-anak dilarang berpartisipasi dalam kegiatan Muslim. Namun, Tiongkok telah menolak kritik tersebut, dengan mengatakan itu melindungi agama dan budaya minoritasnya.

Namun, dalam sepekan terakhir saja, pihak berwenang di Provinsi Yunnan, yang berbatasan dengan Mynamar, telah menutup tiga masjid yang didirikan oleh minoritas etnis Muslim Hui yang terpinggirkan.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum



Close Ads
Tiongkok Buat Undang-undang Dorong Islam Kompatibel dengan Sosialisme