JawaPos Radar

Menguak Perintah Trump yang Ingin Membunuh Bashar Assad, Benarkah?

05/09/2018, 15:02 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Donald Trump, Bashar Assad, Trump Bunuh Bashar Assad
Presiden Syria Bashar Assad (foto kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Reuters)
Share this

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan ingin membunuh Presiden Syria Bashar Assad. Kabar itu terkuak setelah peristiwa serangan kimia terhadap warga sipil Syria beberapa bulan lalu.

Dilansir dari The Arab News, Selasa (4/9), pernyataan tersebut dirilis pada sebuah buku baru berjudul Fear atau Ketakutan, juga diterbitkan di Washington Pos. Panulisnya merupakan reporter Watergate terkenal, Bob Woodward.

Dalam buku itu disebutkan, Trump mengatakan kepada Menteri Pertahanan Jim Mattis bahwa ia ingin agar presiden Syria itu tewas setelah serangan senjata kimia pada April 2017. Serangan terhadap Khan Sheikhoun di provinsi Idlib itu menewaskan puluhan warga sipil dan anak-anak yang keracunan serta yang berjuang untuk tetap hidup.

Masih dalam isi buku tersebut, Mattis lantas menjawab kepada Trump bahwa dia akan segera melakukannya (membunuh Assad). Namun, yang terjadi mereka malah melakukan serangan udara yang tidak mengancam Assad secara pribadi.

Beberapa hari setelah serangan kimia, AS melakukan serangan rudal terhadap pangkalan udara rezim Syria. Ini menandai pertama kalinya Gedung Putih memerintahkan tindakan militer langsung terhadap pasukan Assad setelah enam tahun terakhir.

Sementara dilansir dari Reuters, Gedung Putih tidak menanggapi kabar miring tersebut. Begitu juga Pentagon yang menolak berkomentar.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up