Hongkong Serahkan Stasiun Kereta Api ke Tiongkok via Upacara Rahasia

05/09/2018, 17:41 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Ilustrasi Pemerintah Hongkong secara resmi menyerahkan bagian dari stasiun kereta api berkecepatan tinggi baru kepada otoritas Tiongkok daratan (Channel News Asia)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah Hongkong secara resmi menyerahkan bagian dari stasiun kereta api berkecepatan tinggi baru kepada otoritas Tiongkok daratan. Atas tindakan tersebut diadakan upacara rahasia yang membangkitkan ketakutan untuk otonomi bekas koloni Inggris.

Ujung barat Kowloon yang berada di jantung kota yang nantinya menghubungkan Hongkong dengan kota-kota di Tiongkok Selatan akan secara resmi dibuka pada 23 September mendatang. Nantinya bangunan sekitar 1 meter kaki persegi tersebut akan berada di bawah kendali polisi Tiongkok dan petugas bea cukai yang memungkinkan pemeriksaan imigrasi sebelum keberangkatan.

Menurut sejarah, Hongkong diserahkan oleh Inggris ke Tiongkok pada 1997 di bawah pengaturan yang dikenal sebagai satu negara dua sistem. Di mana Beijing diberikan kedaulatan namun berjanji untuk mengizinkan wilayah bagian lainnya untuk memerintah dirinya sendiri, selain itu wilayah juga diizinkan untuk mempertahankan hak yang tak terpikirkan di daratan, seperti kebebasan berbicara dan sistem hukum yang terpisah.

Ujung barat Kowloon yang berada di jantung kota yang nantinya menghubungkan Hongkong dengan kota-kota di Tiongkok Selatan akan secara resmi dibuka pada 23 September mendatang (Reuters)

Berdasarkan Undang-undang Dasar, undang-undang mini-konstitusi kota, hukum daratan tidak meluas ke Hong Kong. Namun dalam beberapa tahun terakhir, otonomi telah terkikis dengan aktivis yang menuduh Tiongkok terlalu banyak mengendalikan politik dan masyarakat Hong Kong, mereka juga menentang penyerahan stasiun kereta api yang berarti menyusutnya kebebasan.

Selama upacara yang dilangsungkan pagi hari tersebut, Sekretaris Transportasi Kota dan seorang pejabat Partai Komunis terkemuka dari Provinsi Guangdong mengadakan upacara untuk menandai penugasan daerah pelabuhan daratan. Acara tersebut tertutup untuk dan tidak ada media berita atau anggota parlemen lokal yang diberi pemberitahuan terlebih dahulu.

Pemimpin Hongkong Carrie Lam menyangkal adanya upaya untuk menutupi acara tersebut, tidak ada yang licik menurutnya. Pemerintah Hong Kong mengenakan biaya daratan sebesar HK $ 1.000 per tahun dalam bentuk sewa. Stasiun kereta api juga berada di salah satu kawasan paling mahal untuk real estat di pasar properti paling mahal di dunia.

“Pos pemeriksaan bersama yang melanggar hukum dan tidak konstitusional telah dilaksanakan secara paksa, dan itu telah menyebabkan kerusakan yang tak dapat diperbaiki terhadap sistem hukum dan aturan hukum kita. Tidak ada yang dirayakan, ”kata Tanya Chan di radio lokal, menurut Hongkong Free Press seperti dilansir The Guardian.

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi