alexametrics

Invasi ke Ukraina, Rusia Kehilangan 75 Ribu Tentara, Kini Rekrut Napi

Ukraina Khawatir Potensi Perang Musim Dingin
5 Agustus 2022, 17:43:04 WIB

JawaPos.com – Rusia diyakini telah kekurangan personel militer. Sejak invasi, mereka diperkirakan kehilangan 75 ribu personel dengan perincian 20 ribu tewas dan 55 ribu lainnya terluka. Seorang pejabat negara Barat menyebut situasi itu tidak pernah diantisipasi Rusia.

Di awal perang, Ukraina diperkirakan bisa dikalahkan dalam hitungan hari. Pasalnya, jumlah persenjataan dan personel mereka kalah jauh dari Rusia. Namun, bantuan persenjataan dari negara-negara Barat bisa membalikkan situasi.

”Kami yakin Rusia telah merekrut personel dari penjara. Mereka juga bekerja sama dengan perusahaan militer swasta untuk meningkatkan sumber daya,” ujar pejabat itu kemarin. Imbas kekurangan personel, Rusia juga mengubah gaya tempurnya dengan formasi yang lebih kecil.

Perang di Ukraina sudah berlangsung 162 hari, tapi belum ada tanda-tanda perdamaian. Situasinya justru kian memburuk. Padahal, Ukraina ingin perang usai sebelum musim dingin tiba Desember mendatang. Ketika salju turun, suhu udara di negara tersebut bisa mencapai minus 4,8 derajat Celsius.

Situasi itu jelas tidak menguntungkan untuk terus berperang. Sebab, masih banyak warga yang terjebak di area perang dengan kondisi memprihatinkan. Sebagian memang memilih untuk tetap tinggal. Namun, nasib mereka yang mengungsi juga tak kalah sengsara.

Survei yang dirilis Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) pada Rabu (3/8) menunjukkan hal itu. Sebanyak 60 persen penduduk yang memilih mengungsi di dalam negeri (IDP) kini tak memiliki pekerjaan. Padahal sebelum perang, mereka bekerja. Sebanyak 9 persen mengaku tidak punya pemasukan sama sekali sejak awal invasi.

Saat ini, total ada 6,6 juta IDP. Itu setara 15 persen dari populasi penduduk Ukraina. Sekitar 6,2 juta warga lainnya mengungsi ke negara-negara tetangga. Total populasi di Ukraina sebelum perang mencapai 40 juta orang. Dengan 30 persen penduduk yang berstatus pengungsi, baik di dalam maupun luar negeri, IOM memperkirakan bahwa mengembalikan Ukraina ke situasi normal pascaperang akan membutuhkan waktu lama.

Berdasar data Bank Dunia, sejak awal perang hingga saat ini, hampir 700 ribu siswa dan 25 ribu pengajar harus kehilangan tempat tinggal. Selain itu, lebih dari 2 ribu institusi pendidikan rusak karena serangan bom dan misil. Sebanyak 200 di antaranya benar-benar hancur tak berbentuk.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c18/bay)

Saksikan video menarik berikut ini: