JawaPos Radar

Hebat, Kapal Ekspedisi Swiss Ini Masih Andalkan Angin Saat Berlayar

05/04/2018, 16:15 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Hebat, Kapal Ekspedisi Swiss Ini Masih Andalkan Angin Saat Berlayar
Kru kapal memperlihatkan barang bawaannya (Tenny Rizka/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dalam perjalannya yang dimulai pada April 2015 dan akan berakhir sekitar April-Mei 2019 mendatang, kapal ekspedisi Fleur de Passion asal Swiss singgah di Jakarta. Kapal Fleur de Passion bertugas mengamati suara bawah laut hingga melakukan penelitian terhadap air laut yang mengandung mikroplastik.

Salah satu pendiri The Ocean Mapping Expedition, Samuel Gardaz mengatakan, mereka sebelumnya sudah mengambil contoh air laut Kepulauan Seribu. "Namun saya belum bisa mengatakan, air laut di sini mengandung mikroplastik atau tidak," katanya di Jakarta, kemarin.

Seperti salah satu misinya, belajar melalui sains. Kapal Fleur de Passion, mitra ilmiah dari ekspedisi mengembangkan program mereka sendiri pada dampak manusia di lautan dan melakukan penelitian lapangan, baik dalam jangka panjang maupun selama misi tertentu.

Hebat, Kapal Ekspedisi Swiss Ini Masih Andalkan Angin Saat Berlayar
Isi dalam Kapal Fleur de Passion bertugas mengamati suara bawah laut (Tenny Rizka/JawaPos.com)

"Kapal ini memiliki alat sonar untuk merekam aktivitas bawah laut yang bekerja sama dengan sebuah lembaga di Swiss," ujar Gardaz.

Kapal Fleur de Passion berlayar dengan memanfaatkan angin laut meskipun mereka tetap memiliki alat yang baik.

"Kami masih menggunakan cara tradisonal, semua penumpang kapal ini bahkan ikut membantu proses berjalannya kapal dengan menarik tali untuk berlayar dan lainnya," kata Gardaz.

Ekspedisi ini bekerja sama dengan sejumlah universitas di Brisbane, Australia. Sejumlah remaja yang tertarik dengan alam bebas memiliki kesempatan untuk ikut dalam perjalanan berikutnya ke Madagaskar bersama tim ekspedisi.

Selain tim inti, para ilmuwan juga berada dalam kapal tersebut. Gardaz menjelaskan, ekspedisi ini bernilai positif untuk anak muda, khususnya para pelajar. Selain memperoleh pengetahuan melalui alam dari setiap negara berbeda, hal ini juga bisa mengajarkan mereka mengenai taktik dan cara menghadapi hidup di laut lepas.

(ce1/trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up