alexametrics

Saudi: Terlalu Dini untuk Buka Kembali Kedutaan di Damaskus

5 Maret 2019, 12:07:07 WIB

JawaPos.com – Arab Saudi mengatakan, masih terlalu dini untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan pemerintah Presiden Bashar Al Assad. Dilansir dari Al Jazeera pada Selasa (5/3), komentar itu dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al Jubeir.

Al Jubeir juga mengatakan, Pemerintah Arab Saudi tidak akan mengambil bagian dalam upaya rekonstruksi di Syria tanpa kemajuan politik untuk mengakhiri perang delapan tahun negara itu. “Kerajaan selalu tertarik pada integritas wilayah Syria dan solusi politik.”

“Pembukaan kembali Kedutaan Arab Saudi terkait dengan kemajuan proses politik,” Al Jubeir. Riyadh menutup kedutaannya di Ibu Kota Syria, Damaskus dan mereka menarik para diplomat dan stafnya pada Maret 2012.

syria, perang syria, arab saudi, assad,
Tetapi Amerika Serikat melobi negara-negara Teluk lainnya untuk menunda merehabilitasi Syria, kantor berita Reuters melaporkan bulan lalu, mengutip lima sumber yang mengetahui proses tersebut (AFP)

Al Jubeir juga mengatakan, pihaknya belum mau mengembalikan Syria ke Liga Arab untuk saat ini. Menurut PBB, kerusuhan meningkat menjadi perang saudara yang sedang berlangsung di negara itu, yang telah menewaskan ratusan ribu orang dan menelantarkan lebih dari 11 juta orang lainnya.

Assad sejak saat itu memulihkan kendali atas sebagian besar Syria dengan dukungan dari Rusia, Iran, dan kelompok-kelompok yang didukung Teheran seperti Hizbullah Libanon. Arab Saudi, Qatar, Turki, dan Uni Emirat Arab (UEA) mendukung kelompok-kelompok bersenjata yang melawan Assad selama perang.

Pada Desember tahun lalu, Presiden Sudan Omar Al Bashir menjadi pemimpin Liga Arab pertama yang mengunjungi Damaskus sejak perang di Syria dimulai.

Tidak lama setelah itu, UEA, sekutu Saudi, membuka kembali kedutaan besarnya di Damaskus pada bulan Desember untuk terlibat kembali dengan Assad dan membangun kembali pengaruhnya di Syria sebagai cara untuk menghentikan campur tangan regional dalam urusan Arab.

Tetapi Amerika Serikat melobi negara-negara Teluk lainnya untuk menunda merehabilitasi Syria, kantor berita Reuters melaporkan bulan lalu, mengutip lima sumber yang mengetahui proses tersebut.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Dinda Lisna



Close Ads
Saudi: Terlalu Dini untuk Buka Kembali Kedutaan di Damaskus