alexametrics

India-Pakistan Masih Panas

5 Maret 2019, 19:21:37 WIB

JawaPos.com – Pakistan telah memulangkan pilot Abhinandan Varthaman ke India. Namun, tensi dua negara tidak lantas reda. Kontak senjata kembali terjadi. Tiga warga India kehilangan nyawa. Di sisi Pakistan, 2 penduduk sipil dan 2 tentara tewas. Kemarin (3/3) Washington melacak laporan soal Pakistan yang menggunakan pesawat buatan Amerika Serikat (AS) untuk menyerang India.

”Kami sudah mendengar laporan itu dan kini sedang menggali informasi,” kata Juru Bicara Kedutaan Besar AS untuk Pakistan kepada Reuters. Kabarnya, F-16 Pakistan-lah yang menembak jatuh pesawat India. Alasannya, pesawat India itu melanggar line of control alias batas wilayah dua negara di Kashmir. Islamabad menegaskan bahwa penembakan pesawat tersebut merupakan bagian dari aksi bela negara.

Jika benar Pakistan menggunakan F-16 yang dibeli dari AS untuk menembak pesawat India, Pakistan dianggap bersalah. Sebab, dalam perjanjian jual beli dengan AS, Pakistan telah menyanggupi pasal yang melarang pesawat itu digunakan untuk menyerang India.

konflik india-pakistan, india, pakistan,
Pakistan telah memulangkan pilot Abhinandan Varthaman ke India. Namun, tensi dua negara tidak lantas reda. Kontak senjata kembali terjadi (News Laundry)

”Kami menanggapi setiap laporan yang masuk terkait pelanggaran kesepakatan kerja sama militer dengan serius,” lanjut juru bicara yang tidak disebutkan namanya tersebut.

Sabtu (2/3) perbatasan Pakistan-India di Kashmir sudah relatif lebih tenang. Malam itu tidak ada lagi suara tembakan atau ledakan. Namun, esok harinya, bentrokan kembali pecah. ”Tidak ada yang tahu kapan pertempuran muncul lagi,” ujar Chaudhry Tariq Farooq, pejabat di Kashmir wilayah Pakistan.

Sejak Kamis (28/2) India melarang Partai Jamaat-e-Islami (JeI) beraktivitas politik selama lima tahun. Selain itu, India telah menangkap sekitar 300 tokoh JeI setelah ledakan bom bunuh diri di Pulwama bulan lalu. ”Jika pelanggaran hukum JeI tak disanksi, bisa-bisa ISIS mencuat di India.” Begitu pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri.

Sikap keras India memancing protes dari Organisation of Islamic Cooperation (OIC). Organisasi beranggota 57 negara itu mengutuk aksi India. Mereka menganggap India memersekusi penduduk Kashmir.

Padahal, Menlu India Sushma Swaraj disambut sebagai tamu kehormatan sehari sebelumnya di wilayah itu. ”Jika ingin menyelamatkan kemanusiaan, Anda harus meminta negara berhenti menyediakan tempat untuk teroris,” ujar Swaraj seperti dilansir Al Jazeera.

Pakar diplomasi Ajai Shukla menjelaskan bahwa India sengaja ingin mengaburkan permasalahan yang ada di Kashmir. Mereka hanya membatasi isu Kashmir sebagai ancaman keamanan negara. Bukan sebagai isu protes warga pribumi yang tak diperhatikan.

”Sebenarnya, permasalahan di Kashmir adalah ketidakadilan bagi kaum muslim di sana. Namun, strategi Modi (Perdana Menteri India Narendra Modi) justru menghasut mayoritas untuk menganggap pribumi sebagai musuh,” ungkapnya.

Sementara itu, Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan masih menutup sebagian bandar udaranya karena alasan keamanan. Kemarin Bandara Internasional Allama Iqbal di Lahore mulai beroperasi. Itu pun terbatas. Bandara itu hanya membuka beberapa rute penerbangan komersial. Akhir pekan lalu kebijakan serupa berlaku di bandara Islamabad, Karachi, Quetta, dan Peshawar. Bandara-bandara di Punjab, Sindh, dan Gilgit Baltistan masih tutup.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (bil/c10/hep)



Close Ads
India-Pakistan Masih Panas