JawaPos Radar

Kasus Poligami Impor Marak, Swedia Perketat Perkawinan

05/03/2018, 16:34 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
poligami impor swedia
Ilustrasi: pernikahan (Sputnik)
Share this image

JawaPos.com - Poligami tengah menjadi perhatian serius pemerintah Swedia. Ratusan warga di sana telah menjalani hubungan poligami, terlepas dari larangan poligami di negara Nordik tersebut.

Meski pemerintah Swedia telah menolak poligami, namun kini masih ada sebanyak 307 penduduknya yang berpoligami. Malahan jumlahnya terus meningkat seiring bertambahnya imigran negara-negara muslim yang menerima poligami. Para imigran itu membawa serta istri-istrinya tinggal di Swedia.

Menurut surat kabar Dagens Juridik sebagaimana dilansir Sputnik, saat ini Swedia sudah mulai menerapkan peraturan yang lebih ketat untuk menangani masalah pernikahan anak dan pernikahan paksa. Permasalahan ini sebelumnya tidak diketahui Swedia yang kejadiannya dipicu oleh krisis migran.

Seorang anggota komite sipil parlemen Swedia, Ewa Thalen Finne menyebut bahwa poligami sebagai struktur patriarki yang menimpa perempuan. Dia meminta pihak berwenang untuk menghentikan poligami seperti yang sudah dijanjikan Menteri Imigrasi Helene Fritzon, yang dilaporkan surat kabar Aftonbladet pada 2017 lalu.

Tobias Wijk dari Swedish Tax Agency mengatakan, pada prinsipnya ada sedikit ruang untuk melakukan hal itu, namun ada ketidakpastian hukum. Jika mereka memilih melamwan ahli hukum mengenai masalah tersebut, maka prediktabilitas penegakkan hukum dapat dikurangi.

Diketahui, poligami diperbolehkan sesuai dengan interpretasi Alquran yang memungkinkan seseorang memiliki lebih dari empat istri. Tradisi ini telah mengakar di negara-negara muslim Afrika, Timur Tengah, dan sebagian Asia. Tetapi juga terjadi di masyarakat Mormon dan beberapa suku Afrika.

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up