alexametrics

Izin WHO untuk Vaksin Sinovac dan Sinopharm Tinggal Menghitung Hari

4 Mei 2021, 06:36:20 WIB

JawaPos.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bakal segera mengizinkan penggunaan vaksin Covid-19 dari Tiongkok yakni Sinovac dan Sinopharm. Dua vaksin teratas Tiongkok akan disetujui WHO untuk distribusi global hanya dalam beberapa hari lagi. Sehingga memberikan potensi peningkatan kapasitas vaksin sebesar 3 miliar dosis setahun.

Lampu hijau akan membuat Sinopharm dan Sinovac bergabung dengan AstraZeneca, Johnson & Johnson dan Pfizer di fasilitas COVAX global, yang memungkinkan mereka untuk didistribusikan ke negara-negara berkembang tanpa perjanjian bilateral. Keduanya adalah vaksin yang dibuat dari virus tidak aktif, yang dapat disimpan di lemari es antara 2-8 derajat. Sehingga memungkinkan vaksin ini untuk diangkut secara efisien ke seluruh dunia.

Ini akan menjadi ancaman dan memaksa produsen Eropa dan Amerika untuk meningkatkan produksi yang sudah tegang dan menghambat ambisi geopolitik Tiongkok. Draf agenda pertemuan WHO menunjukkan Kelompok Penasihat Strategis Para Ahli (SAGE) akan mempertimbangkan uji klinis tahap satu sampai tiga vaksin dan studi tentang keamanan, imunogenisitas dan kemanjuran vaksin Tiongkok. SAGE menyelesaikan penilaian Sinopharm minggu lalu dan mulai meninjau Sinovac pada Senin (3/5). Vaksin harus memenuhi tingkat kemanjuran minimal 50 persen, dan standar keamanan dan produksi harus disetujui.

Baca juga: Ahli Australia Puji Sinovac Manjur Cegah Infeksi Covid-19 yang Berat

Seorang juru bicara WHO mengonfirmasi bahwa rekomendasi SAGE akan dikomunikasikan melalui dua konferensi pers terpisah minggu ini setelah diselesaikan. Asisten direktur jenderal WHO Mariangela Simao mengatakan penting untuk mendapatkan vaksin yang aman dan efektif ke pasar global saat ini, karena saat ini sedang terjadi ketidakstabilan dalam pasokan.

“Kami memiliki masalah dengan pasokan dari India. Kami memiliki masalah dengan produsen vaksin yang berbeda dengan kekurangan bahan obat,” katanya seperti dilansir dari Brisbane Times, Senin (3/5).

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads