alexametrics

Berlomba Uji Vaksin Korona, Australia Uji Klinis, Jepang Tes Avigan

4 April 2020, 03:03:57 WIB

JawaPos.com – Perlombaan menemukan vaksin penangkal Covid-19 terus berlangsung. Kamis (2/4) Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) di Australia mengumumkan pengujian dua jenis vaksin pada hewan.

Dua vaksin yang diuji itu dikembangkan Oxford University, Inggris, dan Inovio Pharmaceuticals, AS. Dua jenis vaksin tersebut sudah mendapat izin dari World Health Organization (WHO) untuk melalui pengujian binatang.

’’Dalam keadaan normal, butuh waktu satu sampai dua tahun untuk mencapai tahap ini (uji coba pada binatang, Red). Tapi, kami bisa mempercepat menjadi hanya hitungan bulan,’’ ungkap Direktur Kesehatan dan Biosecurity CSIRO Rob Grenfell kepada BBC.

Dalam uji coba tersebut, peneliti bakal menggunakan musang sebagai binatang percobaan. Musang sudah terbukti tertular virus korona melalui cara yang mirip dengan manusia. Uji coba itu diprediksi selesai paling cepat Juni nanti.

Banyak negara yang memang antusias untuk segera menguji kemanjuran vaksin virus korona. Menteri kesehatan Afrika Selatan mengumumkan bahwa mereka segera melakukan uji klinis vaksin penangkal Covid-19. Afrika Selatan bergabung dalam program PBB itu bersama Argentina, Bahrain, Kanada, Prancis, Iran, Norwegia, Spanyol, Swiss, dan Thailand.

Di Jepang, Fujifilm baru memulai tes efek obat Avigan terhadap pasien Covid-19. Uji coba tersebut dilakukan setelah Tiongkok melaporkan bahwa obat antiflu mereka berhasil mempercepat penyembuhan pasien Covid-19.

’’Tes akan kami lakukan terhadap 100 pasien pada akhir Juni. Kami akan mengumpulkan data dan meminta izin setelah itu,’’ ujar jubir Fujifilm kepada Agence France-Presse.

Meski begitu, banyak yang mengkhawatirkan pengembangan vaksin yang terlalu cepat. Klaim Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Disease AS, bahwa vaksin korona akan siap dalam jangka waktu 18 bulan saja menuai banyak protes. ’’Saya kira Fauci terlalu optimistis,’’ ungkap Paul Offit, salah seorang penemu vaksin rotavirus, kepada CNN.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c7/dos)



Close Ads