alexametrics

Junta Militer Thailand Berusaha Jegal Langkah Daddy

4 April 2019, 18:37:52 WIB

JawaPos.com – Junta militer berusaha menjegal langkah Thanathorn Juangroongruangkit menuju parlemen. Dewan Nasional untuk Perdamaian dan Ketertiban (NCPO) mengajukan gugatan terhadap ketua Future Forward Party itu.

Daddy, sapaan Juangroongruangkit, dituding menghasut massa dan memicu kerusuhan dalam aksi antijunta militer 2015. Sabtu (6/4) dia diminta datang ke kantor Kepolisian Bangkok untuk mendengar dakwaan.

’’Kasus ini dilandasi motif politik,’’ tegas Daddy kemarin (3/4) seperti dikutip AFP. Penyidik kepolisian Charoensit Jongitthi mengungkapkan, Daddy bakal dijerat dua dakwaan. Namun, dia tidak mengungkapkan detailnya.

Yang jelas, jika terbukti bersalah, Daddy bisa mendekam setidaknya tujuh tahun di dalam penjara.
Daddy menjadi sorotan internasional setelah partainya meraup cukup banyak kursi dalam pemilu 24 Maret lalu.

Perolehan suaranya masuk tiga tertinggi. Demokrat yang merupakan partai tertua di Thailand bisa dikalahkan.

Padahal, Future Forward Party baru berdiri sekitar setahun. Saat ini partai tersebut bergabung dengan oposisi untuk menggulingkan junta militer agar tak lagi berkuasa.

’’Bukan Future Forward Party yang mengakibatkan perpecahan di masyarakat, tapi militerlah yang ingin tetap berkuasa,’’ kritik Daddy.

Itu bukan kasus pertama yang membelit Daddy. Sebelumnya, dia diselidiki karena melanggar UU Kejahatan Komputer. Dia dituduh menyebarkan informasi palsu saat melakukan diskusi untuk mengkritik junta militer via Facebook Live tahun lalu. Kasus tersebut sempat dihentikan sementara karena pemilu.

 

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (sha/c5/dos)



Close Ads