alexametrics

Demi Efisiensi, AS Layani Warga Palestina dan Israel Satu Atap

4 Maret 2019, 12:18:22 WIB

JawaPos.com – Konsulat Amerika Serikat (AS) di Yerusalem, yang juga melayani warga Palestina, akan digabungkan dengan Kedutaan AS untuk Israel pada Senin (4/3) waktu setempat. Rencana itu membuat pelayanan warga Palestina dan warga Israel jadi satu atap. Rencana itu membuat marah warga Palestina.

Keputusan untuk membuat satu misi diplomatik di Yerusalem diumumkan Oktober lalu oleh Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan diperkirakan awal Maret. Kemudian, pengumuman Departemen Luar Negeri memberikan tanggal resmi untuk langkah tersebut.

Penggabungan konsulat ke dalam Kedutaan AS telah meningkatkan kekhawatiran warga Palestina kalau pemerintahan Trump menurunkan penanganan masalah mereka di Kota Yerusalem yang disengketakan, tempat bagi situs-situs suci bagi Yudaisme, Islam, dan Kristen.

konflik israel-palestina, israel, palestina, as, kedutaan as,
Anak Donald Trump dan suaminya menghadiri peresmian Kedutaan AS di Yerusalem (Haaretz)

Para pemimpin Palestina menangguhkan kontak diplomatik dengan Pemerintah AS setelah pemindahan Kedutaan AS di Yerusalem. Sejak saat itu mereka memboikot upaya AS untuk menyusun rencana perdamaian Israel-Palestina yang telah lama ditunggu-tunggu, menuduh Washington bias pro-Israel.

Konsulat Jenderal AS di Yerusalem adalah misi utama bagi Palestina, yang dengan dukungan internasional mengupayakan agar Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Robert Palladino mengatakan, keputusan untuk menggabungkan jadi satu pelayanan sebenarnya didorong oleh efisiensi operasional agar lebih hemat.

“Itu tidak menandakan perubahan kebijakan AS tentang Yerusalem, Tepi Barat atau Jalur Gaza. Batas-batas khusus kedaulatan Israel di Yerusalem tunduk pada negosiasi status akhir antara para pihak,” kara Palladino seperti dilansir Reuters.

Status Yerusalem adalah salah satu perselisihan paling sulit antara Israel dan Palestina. Israel menganggap seluruh kota, termasuk sektor timur yang direbutnya dalam Perang Timur Tengah 1967 dan dianeksasi, sebagai ibu kota abadi dan tak terpisahkan, tetapi itu tidak diakui secara internasional.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum



Close Ads
Demi Efisiensi, AS Layani Warga Palestina dan Israel Satu Atap