alexametrics

PM Inggris Boris Johnson Diminta Turun oleh Anggota Partai Sendiri

4 Februari 2022, 18:49:07 WIB

JawaPos.com – Boris Johnson ”dikudeta” internal. Sejumlah anggota Partai Konservatif mengajukan mosi tidak percaya kepada perdana menteri (PM) Inggris tersebut. Total, ada tujuh orang yang sudah menyerahkan surat dan lima orang lainnya masih dalam proses.

”Saya tidak bisa lagi mendukung PM. Tindakan tidak patutnya telah membayangi pekerjaan dari begitu banyak menteri yang luar biasa,” ujar Anthony Mangnall, salah seorang anggota Konservatif yang mengajukan mosi tidak percaya.

Jumlah pasti yang mengajukan surat mosi tidak percaya masih simpang siur. Sebab, beberapa anggota memilih untuk menyerahkan surat secara diam-diam. Hanya tujuh orang yang mengungkapkannya secara terbuka. Tiga yang terbaru adalah Tobias Ellwood, Mangnall, dan Sir Gary Streeter. Ketiganya menyerahkan surat kepada Ketua Komite Anggota Partai Konservatif Sir Graham Brady, Rabu (2/2).

Versi BBC, sudah ada 17 anggota yang menyerahkan mosi tidak percaya. Namun, hanya Brady yang tahu jumlah pastinya. Jika sudah ada 54 anggota yang menyerahkan mosi tidak percaya, lembaga yang juga disebut Komite 1922 itu akan menyelenggarakan voting kepercayaan. Hasil voting tersebut bisa mendepak Johnson dari posisi ketua partai. Posisinya sebagai PM juga bakal digantikan.

Meski tekanan menguat, Johnson enggan mundur. ”Saya tengah berfokus memimpin Partai Konservatif menuju pemilu selanjutnya,” kata Johnson ketika diwawancarai The Sun. Dia bahkan akan berupaya agar bisa kembali terpilih pada 2024. Johnson bahkan memaparkan keberhasilan di bawah kepemimpinannya. Yaitu, Partai Konservatif mendapatkan suara mayoritas hingga 80 kursi, merealisasikan Brexit, negara tercepat yang menerapkan vaksinasi booster Covid-19, dan negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di G7.

Ketika skandal pesta-pesta yang dihadiri Johnson selama lockdown mencuat, sejatinya para anggota partai yang dijuluki Tory itu masih mendukungnya. Namun, situasinya berbeda ketika laporan penyelidikan yang dilakukan Sue Gray diungkap ke publik.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c14/bay)

Saksikan video menarik berikut ini: