alexametrics

‘Kekaisaran Utara’ Jadi Penentu Perang Saudara di Venezuela

4 Februari 2019, 16:15:04 WIB

JawaPos.com – Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan, dia tidak bisa mengesampingkan kemungkinan perang saudara karena tekanan pada dirinya untuk mundur semakin meningkat. Dalam sebuah wawancara TV, dia mengancam Presiden AS Donald Trump akan meninggalkan Gedung Putih dengan berlumuran darah jika dia campur tangan dalam krisis Venzuela.

Dia juga dengan tegas menolak batas waktu yang diberikan Uni Eropa untuk menyerukan pemilihan cepat. Presiden Oposisi Venezuela Juan Guaido menyatakan, ia sebagai presiden sementara bulan lalu dan memenangkan dukungan AS dan sekutunya.

Guaido mengatakan, ia akan membangun koalisi internasional untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Venezuela tetapi Maduro menuduhnya mengorganisir kudeta.

krisis venezuela, krisis, nicolas maduro, trump, as, sekutu, rusia, perang,
Perang Venezuela tergantung pada tingkat kegilaan dan agresivitas 'Kekaisaran Utara' (AS) dan sekutu baratnya (AFP)

Dalam wawancara dengan program televisi Spanyol Salvados, yang disiarkan pada hari Minggu, Maduro ditanya apakah krisis di Venezuela dapat mengakibatkan perang saudara. “Hari ini tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan itu dengan pasti,” katanya dilansir dari BBC.

“Semuanya tergantung pada tingkat kegilaan dan agresivitas ‘Kekaisaran Utara’ (AS) dan sekutu baratnya.”

“Kami meminta agar tidak ada yang campur tangan dalam urusan internal kami. Dan kami mempersiapkan diri untuk membela negara kami.”

Presiden Trump mengatakan kepada penyiar AS CBS bahwa penggunaan kekuatan militer adalah pilihan. Tetapi Maduro memperingatkan pemimpin AS bahwa ia mengambil risiko terulangnya Perang Vietnam jika ia turun tangan.

“Stop. Stop. Donald Trump! Anda membuat kesalahan yang akan menodai tangan Anda dengan darah dan Anda akan meninggalkan kepresidenan dengan berlumuran darah,” kata Maduro.

“Mari kita saling menghormati, atau apakah kamu akan mengulangi Vietnam di Amerika Latin?”

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum



Close Ads
'Kekaisaran Utara' Jadi Penentu Perang Saudara di Venezuela