Tiongkok Memanas, Situs Web Penyiaran Australia Diblokir

03/09/2018, 14:37 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Ilustrasi: bendera Tiongkok dan Australis. (AFP/Frederic J. Brown)
Share this image

JawaPos.com - Tiongkok memblokir situs website penyiaran nasional Australia karena melanggar peraturan internet Beijing. Website yang dimaksud yakni Australian Broadcasting Corporation (ABC) News. Hal itu terjadi setelah ABC mulai menjalankan program berbahasa mandarin.

Pihak ABC mengaku tidak mengetahui dasar pemblokiran website mereka. Akses ke situs web dan aplikasinya diblokir 22 Agustus lalu. Sejak itu pihak ABC kemudian mencari tahu alasan Tiongkok memblokir akses mereka.

Setelah meminta berulang kali untuk klarifikasi, seorang pejabat dari Kantor Urusan Komisi Luar Negeri Tiongkok Pusat akhirnya memberi pernyataan kepada penyiar. "Kami menyambut perusahaan internet dari seluruh dunia untuk memberikan informasi yang baik kepada netizen Tiongkok. Namun, hak kedaulatan cyber negara harus dipertahankan terhadap beberapa situs web luar negeri yang melanggar hukum dan peraturan Tiongkok," kata pejabat tersebut kepada ABC seperti dilansir AFP.

Menurut pejabat yang tidak disebutkan namanya tersebut, situs-situs itu menyebarkan desas-desus, informasi pornografi, perjudian, terorisme, dan beberapa informasi berbahaya ilegal lainnya. Hal itu dianggap membahayakan keamanan negara dan merusak kebanggaan nasional.

Sementara itu, hingga kini pihak ABC mengaku belum mengetahui aturan hukum apa yang dilanggar atau konten mana yang memicu larangan tersebut. Namun, hubungan antara Canberra dan Beijing tegang akhir-akhir ini karena adanya tuduhan bahwa Tiongkok dianggap mengganggu politik domestik Australia untuk mendapatkan akses.

Klaim itu kemudian membuat Tiongkok geram dan kemudian menolak berita media lokal termasuk oleh ABC. Selain itu, ABC baru-baru ini melaporkan soal dorongan Beijing ke Pasifik melalui soft diplomacy. Hal ini memicu ketakutan Australia dan Selandia Baru karena berpotensi mengganggu keseimbangan strategis di wilayah tersebut.

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi