alexametrics

Studi: Perjalanan ke Luar Angkasa Berdampak pada Pengeroposan Tulang

3 Juli 2022, 10:58:01 WIB

JawaPos.com – Sebuah studi tentang pengeroposan tulang pada 17 astronaut yang berada di Stasiun Luar Angkasa memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang efek perjalanan di luar angkasa pada tubuh manusia. Dan, tentunya langkah-langkah yang dapat mengurangi kekeroposan pada tulang.

Hasil studi itu merupakan pengetahuan penting menjelang kemungkinan misi masa depan luar angkasa yang ambisius.

Penelitian ini mengumpulkan data baru tentang keropos tulang pada astronaut yang disebabkan oleh kondisi gravitasi mikro di ruang angkasa, dan sejauh mana kepadatan mineral tulang dapat diperoleh kembali di bumi. Studi ini melibatkan 14 astronaut pria dan tiga wanita, rata-rata berusia 47 tahun, yang misinya berkisar antara empat hingga tujuh bulan di luar angkasa, dengan rata-rata sekitar 5 bulan 15 hari.

Setahun setelah kembali ke bumi, para astronaut rata-rata menunjukkan penurunan kepadatan mineral tulang 2,1 persen di tulang kering (salah satu tulang kaki bagian bawah) dan kekuatan tulang berkurang 1,3 persen. Sebanyak 9 astronaut yang tidak mengalami pemulihan kepadatan mineral tulang setelah penerbangan luar angkasa, ternyata mengalami kehilangan permanen.

“Kami tahu bahwa astronaut mengalami keropos tulang pada penerbangan luar angkasa jangka panjang. Apa yang baru tentang penelitian ini adalah kami mengikuti astronaut selama satu tahun setelah perjalanan ruang angkasa mereka untuk memahami apakah dan bagaimana tulang pulih,” kata profesor Universitas Calgary, Leigh Gabel, seorang ilmuwan olahraga yang merupakan penulis utama penelitian itu, yang diterbitkan minggu ini di jurnal Scientific Report.

“Astronaut mengalami keropos tulang yang signifikan selama enam bulan penerbangan luar angkasa. Kehilangan yang kita perkirakan terjadi pada orang dewasa yang lebih tua selama dua dekade di bumi, dan mereka hanya memulihkan sekitar setengah dari kehilangan itu setelah satu tahun kembali ke bumi,” kata Gabel.

Keropos tulang terjadi karena tulang yang biasanya memikul beban di bumi tidak membawa beban di luar angkasa. Gabel mengatakan, badan-badan antariksa perlu meningkatkan tindakan pencegahan berupa praktik olahraga dan pengaturan nutrisi untuk membantu mencegah keropos tulang.

“Selama penerbangan luar angkasa, struktur tulang halus menipis, dan akhirnya beberapa batang tulang terputus satu sama lain. Begitu astronaut kembali ke bumi, sambungan tulang yang tersisa dapat menebal dan menguat, tetapi tulang yang terputus di luar angkasa tidak dapat dibangun kembali, jadi keseluruhan struktur tulang astronaut berubah secara permanen,” kata Gabel.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: