JawaPos Radar

Tolak Oxford, Pemuda Tampan Ini Jadi Menteri Termuda Malaysia

03/07/2018, 09:20 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tolak Oxford, Pemuda Tampan Ini Jadi Menteri Termuda Malaysia
Syed Saddiq menteri termuda Malaysia (Seven Pie)
Share this

JawaPos.com - Syed Saddiq Abdul Rahman telah menjadi menteri termuda Malaysia setelah dia dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga pada Senin, (2/7). Seperti dilansir Channel News Asia, Syed menjadi menteri dari 13 menteri dan 23 wakil menteri yang diangkat dan disumpah oleh Raja Malaysia Sultan Muhammad V, kemarin.

Sebenarnya, Malaysia mempunyai cukup banyak menteri yang berusia muda ketika diangkat. Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak juga berusia 25 tahun ketika diangkat sebagai Wakil Menteri Energi, Telekomunikasi, dan Pos pada 1978.

Selain itu ada Khairy Jamaluddin, yang menjadi menteri termuda negara itu pada tahun 2013 ketika ia diangkat jadi anggota kabinet pada usia 37 tahun. Syed, yang berusia 26 tahun pada bulan Desember, mengatakan pengangkatannya merupakan pengakuan signifikan oleh Pakatan Harapan tentang pandangan dan suara pemuda Malaysia.

Tolak Oxford, Pemuda Tampan Ini Jadi Menteri Termuda Malaysia
Syed Saddiq, menteri termuda Malaysia (Amy Chew/Channel News Asia)

"Kami berharap melalui penunjukan ini, akan membuka lebih banyak kesempatan bagi kaum muda untuk membela diri di masa depan. Kaum muda bukan hanya pemimpin untuk masa depan, tetapi juga hari ini," katanya kepada para wartawan setelah upacara pelantikan.

Menurut Syed, hal utama yang dia ingin lakukan sebagai menteri adalah untuk membawa perubahan sikap dan budaya di kalangan pemuda. Dia juga berjanji untuk memastikan bahwa pemuda terus menjadi fokus utama agenda pembangunan negara.
"Pemerintah saat ini adalah pemerintah yang inklusif dan selalu memprioritaskan prestasi dalam ide dan kontribusi tanpa memandang usia dan latar belakang," ujar Syed.

Sebagai lulusan jurusan Hukum International Islamic University, anak bungsu dari empat bersaudara ini dikenal luas di komunitas debat setelah memenangkan penghargaan Pembicara Terbaik Asia di Asian British Parliamentary (ABP) sebanyak tiga kali. Syed baru-baru ini menolak tawaran kedua dari Universitas Oxford untuk melanjutkan study S2 dengan beasiswa chevening, di jurusan Master of Public Policy. Syed lebih memilih untuk mereformasi dan melayani rakyat Malaysia.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up