alexametrics

Pejabat Korea Utara Sesumbar Tak Ada Satu pun Kasus Virus Korona

3 April 2020, 07:07:49 WIB

JawaPos.com – Korea Utara tetap mengklaim bahwa negaranya terbebas dari virus Korona. Hal itu diungkap langsung oleh seorang pejabat kesehatan senior di Pyongyang, Korea Utara. Padahal secara global keyakinan Korea Utata diragukan karena infeksi sudah hampir mencapai satu juta orang di seluruh dunia.

Korut yang sudah terisolasi dan memiliki program nuklir dengan cepat menutup perbatasannya pada Januari setelah virus pertama kali terdeteksi di negara tetangga, Tiongkok. Korut memberlakukan tindakan pengamanan yang ketat.

Dilansir dari AsiaOne, Kamis (2/4), Direktur Departemen Anti-Epidemi Markas Besar Darurat Anti-epidemi Darurat Utara, Pak Myong Su, mengklaim bahwa upaya tersebut telah sepenuhnya berhasil. Dia pede tak ada satu pun warganya tertular.

“Tidak ada satu orang pun yang terinfeksi Coronavirus baru di negara kami sejauh ini,” kata Pak kepada Agence France-Presse.

“Kami telah melakukan langkah-langkah preventif dan ilmiah seperti inspeksi dan karantina untuk semua personel yang memasuki negara kami dan sepenuhnya mendisinfeksi semua barang, serta menutup perbatasan dan memblokade jalur laut dan udara,” tegasnya.

Hampir setiap negara lain telah melaporkan kasus virus Korona. Para ahli mengatakan Korut sangat rentan terhadap virus karena sistem medisnya yang lemah, dan para pembelot menuduh Pyongyang menutupi wabah.

Komandan militer AS di Korea Selatan, Jenderal Robert Abrams, mengatakan bulan lalu dia cukup yakin Korea Utara telah memiliki kasus positif. Pyongyang yang dikenai beberapa sanksi internasional atas program rudal nuklir dan balistiknya telah meminta bantuan terkait virus.

Pada Februari, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa Pyongyang menyediakan 1.500 alat tes diagnostik Coronavirus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana untuk mengalokasikan USD 900 ribu hingga USD 1,3 juta untuk mendukung Pyongyang.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads