alexametrics

Perempuan Tiongkok Tertangkap Menyusup ke Penginapan Trump

3 April 2019, 13:02:52 WIB

JawaPos.com – Seorang perempuan yang membawa dua paspor Tiongkok diduga berbohong agar bisa memasuki klub Mar-a-Lago milik Presiden AS Donald Trump. Perempuan itu juga membawa sebuah perangkat dengan malware komputer.

Perempuan itu bernama Yujing Zhang, 32. Ia mengatakan kepada petugas keamanan dia berada di klub Florida untuk pergi ke kolam renang.

“Karena masalah kendala bahasa yang potensial,” kata staf yang percaya dia punya hubungan keluarga dengan anggota klub. Ia lalu membiarkan perempuan itu masuk. Trump berada di Palm Beach pada saat peristiwa itu terjadi pada Sabtu 30 Maret.

Zhang dituduh membuat pernyataan palsu kepada petugas federal dan secara ilegal memasuki area terlarang. Menurut dokumen pengadilan, pada saat masuk ke klub Zhang mengubah ceritanya.

Ia mengatakan kepada resepsionis di meja depan bahwa dia ada di sana untuk menghadiri acara persatuan warga Tionghoa Amerika.

Resepsionis yang tahu bahwa acara seperti itu telah dijadwalkan, mulai curiga terhadap Zhang. Tersangka dibawa keluar untuk diinterogasi lebih lanjut.

Dia mengatakan kepada agen dia telah diinstruksikan oleh seorang teman, yang diidentifikasi hanya sebagai ‘Charles’ untuk melakukan perjalanan dari Shanghai, Tiongkok, ke Palm Beach untuk menghadiri acara PBB tersebut. Namun tidak ada rincian lebih lanjut, menurut dokumen pengadilan.

Dia mengatakan Charles memintanya berbicara dengan anggota keluarga Presiden tentang hubungan ekonomi Tiongkok-Amerika.

Agen dinas rahasia Samuel Ivanovich mengatakan, Zhang membawa empat ponsel, laptop, hard drive eksternal dan thumb drive yang mengandung virus komputer, tetapi tidak ada pakaian renang.

Dalam dokumen pengadilan, Ivanovich mencatat bahwa Zhang tidak kesulitan berbicara dalam bahasa Inggris. Dia menjadi agresif dengan pihak berwenang ketika penyelidikan berlangsung.

Pengacaranya sejauh ini menolak berkomentar. Zhang akan tetap ditahan sampai sidang minggu depan. Jika terbukti bersalah, dia bisa menghadapi hukuman maksimal lima tahun penjara.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum



Close Ads