alexametrics

Pelajar Hongkong Boikot Tak Masuk Kelas, Gabung Pengunjuk Rasa

2 September 2019, 21:45:35 WIB

JawaPos.com – Demonstrasi kembali merebak di Hongkong pada Senin (2/9). Sepertinya para demonstran tak mengenal kata lelah meski pada akhir pekan turun ke jalan hingga berujung bentrok dengan kepolisian. Kali ini, giliran para pelajar dan mahasiswa yang menggelar aksi protes. Mereka memboikot tak masuk kelas dan bergabung dengan para pengunjuk rasa lainnya.

Korlap aksi mengatakan sekitar 10.000 siswa dari 200 sekolah menengah memutuskan tak masuk ke kelas dan ikut berdemonstrasi. Dikabarkan, aksi boikot dilakukan selama dua hari yakni pada Senin (2/9) dan Selasa (3/9).

Dalam aksinya, para pelajar masih mengenakan seragam sekolah. Mereka mengenakan masker, kaca mata pelindung, dan ada yang membawa tameng untuk melindungi diri. Mereka berpegangan tangan sambil berlutut dan meneriakkan tuntutan.

Terkait aksi dari pelajar dan mahasiswa tersebut, pejabat pemerintahan Hongkong, Matthew Cheung, mengungkapkan keprihatinannya. Cheung yang merupakan Kepala Menteri, menilai tak seharusnya pelajar dan mahasiswa memboikot hari efektif belajar. Selain itu, Cheung sangat tidak setuju dengan pemogokan yang dilakukan pelajar dan mahasiswa yang bergabung dengan pengunjuk rasa lainnya.

Pelajar Hongkong memboikot kegiatan belajar mengajar pada Senin (2/9) dan ikut berdemonstrasi (qz.com)

“Sudah sangat jelas, sekolah bukan tempat untuk mengekspresikan tuntutan politik. Sekolah untuk mendidik kepintaran dan perilaku. Tak ada manfaatnya melakukan pemogokan,” sebut Cheung.

Sebelumnya, demonstrasi pada akhir pekan kemarin telah menimbulkan aksi kekerasan yang bisa dikatakan terburuk. Pengunjuk rasa dan polisi saling bentrok. Pada Sabtu (31/8), pengunjuk rasa melemparkan bom bensin, menyalakan api, dan menyerang gedung parlemen kota. Sementara polisi menggunakan gas air mata, peluru karet, meriam air, dan menembakkan tembakan peringatan.

Sedangkan pada Senin (2/8) pagi, para aktivis mengganggu layanan kereta api di sejumlah stasiun. Hal itu menyebabkan penundaan lalu lintas pada jam sibuk. Sejumlah orang kemudian ditahan ketika mereka melarikan diri ke stasiun metro.

Editor : Edy Pramana

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads