alexametrics

UFO Topik yang Tabu Dibicarakan Masyarakat AS

2 Juli 2018, 07:00:31 WIB

JawaPos.com – Mantan profesor fisika NASA mengklaim Pemerintah AS telah menutup-nutupi pertemuan alien. Ia juga mengatakan umat manusia harus menghadapi kemungkinan penampakan UFO merupakan mahluk asing.

Seperti dilansir Daily Mail pada Sabtu, (29/6), seorang profesor fisika dari Universitas di Albany, Universitas Negeri New York dan mantan peneliti NASA percaya ada banyak bukti untuk mendukung keberadaan UFO. Dia percaya skeptisisme di sekitar UFO mencegah penelitian ilmiah yang serius.

Bahkan negara-negara seperti Brasil, Kanada, Denmark, Ekuador, Prancis, Selandia Baru, Rusia, Swedia, dan Inggris telah mendeklasifikasi file UFO mereka sejak 2008. “Sebagai ilmuwan riset NASA dan sekarang seorang profesor fisika, saya menghadiri Konferensi Kontak NASA tahun 2002, yang berfokus pada spekulasi serius tentang makhluk luar angkasa,” ungkapnya.

Manusia memang takut akan makhluk luar angkasa yang mengunjungi Bumi. Mungkin untungnya, jarak antar bintang sangat luas. Pada tahun 1988, selama minggu kedua, dia di sekolah pascasarjana di Montana State University, beberapa mahasiswa sedang mendiskusikan mutilasi sapi baru-baru ini yang dikaitkan dengan UFO.

“Pada saat itu saya pikir profesor ini berbicara omong kosong. Tapi 20 tahun kemudian, saya tertegun melihat rekaman konferensi pers yang menampilkan beberapa mantan personel Angkatan Udara AS yang menggambarkan kejadian serupa di tahun 1960-an. Jelas harus ada sesuatu untuk ini,” paparnya.

2 Juli sebagai Hari UFO Dunia, ini adalah saat yang tepat bagi masyarakat untuk mengatasi fakta yang meresahkan. “Kita mungkin tidak sendirian,” ujar profesor tersebut.

Tapi masalah sebenarnya, dalam pandangan masyarakat topik UFO adalah tabu. Pada tahun 1977, Peter Sturrock, seorang profesor ilmu ruang angkasa dan astrofisika di Stanford University, mengirimkan 2.611 kuesioner tentang penampakan UFO kepada anggota American Astronomical Society.

Ia menerima 1.356 tanggapan dari mana 62 astronom ada 4,6 persen melaporkan menyaksikan atau merekam fenomena udara yang tidak bisa dijelaskan. Angka ini mirip dengan sekitar 5 persen penampakan UFO yang tidak pernah dijelaskan.

Lebih dari setengah dari mereka merasa bahwa topik tersebut layak untuk dipelajari dibandingkan 20 persen yang merasa bahwa seharusnya tidak. Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa ilmuwan muda lebih cenderung mendukung studi tentang UFO.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (ina/JPC)

UFO Topik yang Tabu Dibicarakan Masyarakat AS