alexametrics

Ternyata Tak Ringan, Kematian Covid-19 Omicron di AS Melebihi Delta

2 Februari 2022, 07:07:54 WIB

JawaPos.com – Awal mula varian Omicron muncul dan dinyatakan sebagai Variant Of Concern (VOC) oleh WHO, varian ini dinyatakan memiliki gejala yang lebih ringan daripada Delta. Namun ternyata di Amerika Serikat, data yang terlapor membuktikan angka kematian akibat Omicron justru lebih tinggi dibanding saat Delta melanda.

Di AS, Omicron menyerang rata-rata 2.200 nyawa setiap hari. Data ini lebih tinggi dari varian Delta, yang memuncak pada rata-rata selama tujuh hari yakni 2.078 kematian pada September tahun lalu, menurut analisis Reuters. Artinya pernyataan bahwa Omicron lebih ringan daripada varian Delta tetap harus diwaspadai. Meski cakupan vaksin sudah lebih tinggi dibanding saat Delta menyerang, namun tetap saja Omicron tak bisa dianggap sepele.

Lantas mengapa begitu banyak orang masih kritis akibat Omicron? Omicron telah ditemukan menyebar jauh lebih cepat daripada varian Delta yang dominan sebelumnya. Omicron dinyatakan dalam penelitian empat kali lebih mudah menular. Sebagian besar dari mereka yang sekarat akibat Omicron di AS tidak divaksinasi. Ini menunjukkan bahwa vaksin memang membuat perbedaan dalam mengurangi rawat inap dan kematian.

“Varian yang lebih menular cenderung menyebar melalui populasi dengan sangat cepat,” kata seorang profesor epidemiologi dan kedokteran di Universitas Columbia di New York City, Wafaa El-Sadr, mengatakan kepada Reuters.

“Kita kemungkinan masih akan melihat peningkatan rawat inap dan kematian pada mereka yang tidak divaksinasi dan tidak dikuatkan,” tambahnya.

Omicron bukan varian yang ringan, tetapi lebih ringan dibanding Delta. Karena itu tetap bisa memicu kematian. “Kami mendapatkan informasi yang semakin banyak bahwa Omicron tidak separah Delta, tetapi masih merupakan virus yang berbahaya,” kata petinggi Organisasi Kesehatan Dunia dr. Maria Van Kerkhove.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini: