
Presiden Prabowo Subianto. (Istimewa)
JawaPos.com - Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam KTT Board of Peace (BoP) menuai sorotan. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menilai ada satu hal krusial yang absen: tidak disebutnya secara eksplisit 'two-state solution' maupun 'Palestinian statehood'.
Padahal, dua istilah itu selama ini menjadi pijakan resmi politik luar negeri Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Dino mengingatkan bahwa forum seperti BoP bukan sekadar wadah teknis membahas stabilisasi keamanan atau tata kelola administrasi Gaza.
Menurutnya, forum tersebut juga menjadi panggung politik yang menentukan arah masa depan Palestina. Karena itu, penyebutan eksplisit solusi dua negara menjadi penting sebagai penegasan posisi Indonesia.
Posisi Prinsip yang Perlu Ditegaskan
Dalam KTT yang sama, sejumlah negara mayoritas Muslim seperti Arab Saudi, Qatar, Mesir, Turki, Pakistan, dan Maroko secara terbuka merujuk pada 'two-state solution' dalam pidato mereka. Kontras inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan mengenai ketidakhadiran frasa tersebut dalam pidato Presiden RI.
Dino berharap hal itu hanya persoalan keterbatasan waktu atau oversight, bukan perubahan sikap.
“Two-state solution dan Palestinian statehood harus selalu secara eksplisit menjadi rujukan utama pidato Presiden dan Menlu dalam semua forum mengenai Palestina, terutama dalam Board of Peace,” kata Dino melalui catatan di akun X pribadinya.
Ia menilai, tanpa penegasan itu, ada risiko BoP bergeser menjadi sekadar platform stabilisasi keamanan dan pembangunan ekonomi, tanpa menjamin arah politik menuju kemerdekaan Palestina.
Titipan Ormas dan Aspirasi Publik
Dino juga menyebut, dalam pertemuan dengan Presiden sebelum KTT, sejumlah perwakilan ormas Islam dan pemerhati politik luar negeri menitipkan pesan agar keanggotaan Indonesia di BoP didedikasikan untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Menurutnya, Indonesia tidak cukup hanya mendorong Gaza menjadi damai, aman, dan makmur. Tanpa kejelasan status kenegaraan, seluruh upaya tersebut berpotensi kehilangan makna politik bagi rakyat Palestina.
Isu ini pun berpotensi menjadi perdebatan lebih luas di dalam negeri: apakah absennya frasa 'two-state solution' sekadar teknis, atau mencerminkan pendekatan diplomasi yang lebih pragmatis dalam forum yang didominasi kepentingan global, termasuk Amerika Serikat.
Di tengah dinamika geopolitik yang kompleks, penegasan posisi prinsip Indonesia dinilai penting agar peran Jakarta dalam BoP tetap konsisten dengan mandat konstitusi dan aspirasi publik.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
