ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) menyelenggarakan *ASEAN Human Rights Dialogue (AHRD) ke-7 di Jakarta. (Istimewa).
JawaPos.com – Dirjen Kerja Sama ASEAN Kemlu RI, Sidharto R. Suryodipuro, menegaskan rangkaian kegiatan ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) dan Dialog merupakan penegasan komitmen negara-negara anggota ASEAN, untuk memajukan dan melindungi HAM di kawasan. Hal itu dikatakan Sidharto R. Suryodipuro saat membuka jalannya acara itu, beberapa waktu yang lalu.
Terkait hal ini, Wakil Menteri Hak Asasi Manusia RI, Mugiyanto Sipin, menyoroti dinamika “geopolitik global” dan keprihatinan atas menurunnya kepemimpinan global dalam isu HAM.
“Sekaligus menyerukan agar ASEAN memastikan bahwa HAM menjadi kenyataan yang dirasakan setiap orang di Kawasan,” katanya dalam keynote speech dalam acara tersebut.
Dialog tahun ini membahas tiga topik utama yaitu HAM dan lingkungan, kedua soal Bisnis, HAM dan Hak atas Pembangunan, termasuk tanggung jawab korporasi, akses pemulihan, dan kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan dan inklusif. Sementara untuk tajuk yang ketiga yakni tentang penipuan online dan perdagangan orang, termasuk eksploitasi berbasis siber dan pentingnya pendekatan berpusat pada korban.
Pada sesi dialog umum dan sesi khusus pemangku kepentingan, delegasi menyampaikan perkembangan dan perhatian HAM terkait kesetaraan gender, perlindungan anak, konflik perbatasan dan implikasinya pada pelindungan HAM, pekerja migran, kemanusiaan, penguatan rencana aksi nasional HAM, literasi digital, dan pelibatan pemuda serta masyarakat sipil. Sejumlah rekomendasi disampaikan, termasuk penguatan kolaborasi lintas-pilar, peningkatan keterlibatan pemangku kepentingan, dan pengembangan tindak lanjut dari Dialog.
Seturut dengan penyelenggaraan Dialog, pada 18 November 2025, untuk memperingati pengesahan ASEAN Human Rights Declaration (AHRD) AICHR juga menyelenggarakan kegiatan diskusi yang diikuti para pemuda dan mahasiswa. Kegiatan peringatan AHRD yang diinisiasi oleh AICHR Indonesia, Malaysia dan Thailand tersebut adalah yang pertama kali sejak Deklarasi tersebut disahkan 13 tahun lalu.
Untuk diketahui, ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) menyelenggarakan ASEAN Human Rights Dialogue (AHRD) ke-7.
Dialog diketuai bersama (co-chairing) oleh Anita Ashvini Wahid (AICHR Indonesia), Edmund Bon Tai Soon (AICHR Malaysia) dan Dr. Bhanubhatra Jittiang (Thailand). Kegiatan terlaksana dengan dukungan Sekretariat ASEAN dan Kementerian Luar Negeri RI.
Dialog dihadiri perwakilan Negara-Negara Anggota ASEAN, para Wakil AICHR, Komite Perwakilan Tetap untuk ASEAN (CPR), Komnas HAM se-ASEAN, dan organisasi masyarakat sipil. Timor-Leste, untuk pertama kalinya juga menjadi peserta penuh dalam Dialog ini menyusul diterimanya negara tersebut sebagai anggota ASEAN pada KTT ke-47 ASEAN bulan lalu

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
