Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 September 2025 | 16.22 WIB

Pelapor Awal Wabah Covid-19 di Tiongkok Zhang Zhan Kembali Dijatuhi Hukuman 4 Tahun Penjara

Zhang Zhan, pelapor wabah Covid-19 di Wuhan. (amnesty.org.au) - Image

Zhang Zhan, pelapor wabah Covid-19 di Wuhan. (amnesty.org.au)

JawaPos.com - Zhang Zhan, seorang jurnalis warga asal Tiongkok yang dikenal karena melaporkan secara langsung situasi awal wabah Covid-19 di Wuhan, kembali dijatuhi hukuman empat tahun penjara. Putusan ini diumumkan pada Jumat (19/9), dengan dakwaan "mencari gara-gara dan memprovokasi". Tuduhan ini sama dengan tuduhan yang membuat Zhang dipenjara pertama kali pada 2020.

Zhang merupakan mantan pengacara yang melakukan perjalanan ke Wuhan pada Februari 2020 untuk mendokumentasikan penanganan Covid-19. Zhang memublikasikan rekaman langsung dari rumah sakit yang penuh sesak dan jalanan yang sepi akibat ganasnya Covid-19. Situasi ini lebih buruk dari yang disampaikan oleh pemerintah Tiongkok.

Zhang juga melaporkan upaya pemerintah menyensor kritik terhadap penanganan wabah Covid-19 di media sosial. Akibat laporannya itu, Zhang ditangkap pada Mei 2020 dan dijatuhi hukuman penjara pada Desember.

Dilansir dari independent.co.uk (22/9), kelompok kebebasan pers Reporters Without Borders (RSF) mengecam keras hukuman terbaru ini. RSF bahkan menyebut Zhang seharusnya dianggap sebagai pahlawan informasi, bukan malah dipenjarakan.

“Penderitaan dan penganiayaannya harus dihentikan,” kata Aleksandra Bielakowska, manajer advokasi RSF untuk Asia-Pasifik.

“Kini lebih dari sebelumnya, komunitas internasional harus menekan Beijing untuk segera membebaskannya,” sambung Aleksandra.

Menurut RSF, hukuman kali ini berkaitan dengan laporan Zhang mengenai pelanggaran hak asasi manusia di Tiongkok, serta komentarnya di situs luar negeri.

Zhang bukanlah satu-satunya jurnalis warga yang menghadapi tekanan di Tiongkok. Chen Qiushi, yang juga meliput dari Wuhan pada Februari 2020, dilaporkan menghilang secara misterius. Chen baru muncul kembali dalam siaran langsung di YouTube milik temannya pada September 2021 dan mengaku mengalami depresi. Meski begitu, Chen tidak memberikan keterangan detail soal keberadaannya selama menghilang.

Hingga kini, Kementerian Kehakiman Tiongkok belum memberikan komentar atas kasus Zhang maupun Chen. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore