Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 September 2025 | 07.13 WIB

Survei Terbaru: 98 Persen Pemimpin Perusahaan AS Sebut Mengadopsi AI Adalah Keharusan

Ilustrasi AI di segala bidang (Dok. Forbes) - Image

Ilustrasi AI di segala bidang (Dok. Forbes)

JawaPos.com - Agar transformasi dalam perusahaan berhasil, transformasi perlu bergerak melampaui sensasi dan beralih ke angka-angka pasti. Mengingat pesatnya perkembangan teknologi pasti akan berpengaruh terhadap operasional perusahaan di masa mendatang.

Lagipula, meskipun para eksekutif perusahaam dapat melebih-lebihkan keuntungan jangka pendek, tapi mereka tidak bisa begitu saja meremehkan pergeseran fase jangka panjang dalam hal inovasi digital.

Berdasarkan laporan CAIO PYMNTS Intelligence Agustus 2025, "From Experiment to Imperative: US Product Leaders Bet on Gen AI," mengungkapkan, bahwa kurva adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) generatif terbukti menjadi pengecualian. 

Hanya dalam 18 bulan, para pemimpin perusahaan telah mengalihkan ekspektasi mereka dari peningkatan produktivitas inkremental ke desain ulang operasional secara menyeluruh.

Data itu menemukan konsensus 98% di antara para pemimpin produk di AS bahwa AI generatif akan membentuk kembali operasi dalam tiga tahun ke depan. Para peserta berasal dari perusahaan yang menghasilkan pendapatan tahunan setidaknya USD250 juta.

Mereka bukanlah pendiri yang mengutak-atik di garasi atau pengadopsi awal yang mengejar sensasi. Mereka adalah para eksekutif berpengalaman, mereka yang menyetujui anggaran, menandatangani kontrak vendor, dan membentuk peta jalan yang menentukan apakah suatu produk akan bertahan dalam tinjauan triwulanan berikutnya.

Dan, 9,8 dari 10 di antaranya berpendapat bahwa AI generatif menjadi keharusan bagi para eksekutif. 

AI Menunjukkan Kurva Pematangan

Menurut laporan, Gen AI tidak lagi dipandang sebagai "proyek inovasi" yang terpinggirkan. Sebaliknya, AI generatif bergerak ke kategori yang sama dengan cloud computing dan cybersecurity: sebuah kebutuhan di tingkat infrastruktur.

Apa artinya ini bagi lanskap penyedia solusi dan vendor perangkat lunak? Artinya, ini masih tahap awal. Tidak ada satu pun penyedia AI generatif yang berhasil meraih keunggulan lintas industri yang signifikan. Sebaliknya, pasar tampak seperti tambal sulam.

OpenAI, misalnya, mendominasi di bidang teknologi, dengan 50 persen chief product officer (CPO) yang disurvei oleh PYMNTS Intelligence menyebut OpenAI sebagai penyedia pilihan mereka. Sementara itu, Google unggul di bidang barang, dengan 30 persen; sementara Microsoft memimpin di bidang layanan, dengan 24 persen, diikuti ketat oleh Nvidia dan Google, masing-masing dengan 19 persen.

Fragmentasi ini mencerminkan pasar yang relatif muda dan tuntutan yang sangat terspesialisasi dari berbagai industri. Perusahaan teknologi menghargai kinerja model dan perangkat pengembang; produsen menghargai integrasi dengan sistem rantai pasokan; penyedia layanan memprioritaskan kepatuhan, auditabilitas, dan kualitas interaksi pelanggan.

Namun, fragmentasi tidak dapat berlangsung selamanya. Seiring konvergensi kapabilitas AI dan tim pengadaan mencari keunggulan skalabilitas, konsolidasi vendor, atau setidaknya aliansi strategis, terasa tak terelakkan. Pertanyaannya adalah apakah konsolidasi tersebut akan didorong oleh keunggulan teknis, leverage harga, atau pengawasan regulasi.

Mengapa Ini Bukan Sekadar Siklus Teknologi?

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore