Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 20.46 WIB

Kematian Janggal Zara Qairina: Misteri di Balik Gerakan #JusticeForZara yang Guncang Malaysia

Kematian Zara Qairina Mahathir karena perundungan jadi sorotan nasional di Malaysia. (Istimewa). - Image

Kematian Zara Qairina Mahathir karena perundungan jadi sorotan nasional di Malaysia. (Istimewa).

JawaPos.com - Malaysia diguncang oleh kisah tragis Zara Qairina Mahathir, siswi berusia 13 tahun yang ditemukan tak bernyawa setelah peristiwa penuh misteri di asrama sekolahnya, Sabah. 

Apa yang awalnya disebut sebagai kecelakaan biasa kini berubah menjadi isu nasional, memicu gelombang kemarahan publik dan gerakan viral bertajuk #JusticeForZara.

Diolah dari berbagai sumber pemberitaan setempat, kejanggalan kematian Zara mulai tercium sejak hari pertama. Ia ditemukan tak sadarkan diri di saluran air dekat asrama pada 16 Juli, lalu dinyatakan meninggal dunia keesokan harinya.

Versi resmi yang beredar menyebut Zara terjatuh dari lantai tiga asrama. Namun, cerita itu segera diragukan keluarganya. 

Sang ibu mengaku melihat banyak memar di tubuh putrinya ketika memandikan jenazah, sebuah fakta yang menguatkan dugaan bahwa kematiannya bukan sekadar kecelakaan.

Kecurigaan semakin dalam karena otoritas tidak melakukan autopsi, padahal prosedur itu adalah standar untuk kasus kematian tak wajar. 

Publik pun dikejutkan oleh beredarnya rumor bahwa Zara sempat dimasukkan ke dalam mesin cuci oleh sejumlah siswa senior sebagai bagian dari perundungan brutal.

Rekaman suara yang muncul di media sosial, berisi keluhan Zara tentang gangguan dari kakak kelasnya, memperkuat dugaan adanya kekerasan sebelum ia ditemukan tak bernyawa.

Rasa duka keluarga berubah menjadi amarah kolektif. Tuduhan adanya upaya menutup-nutupi kasus, bahkan disebut melibatkan anak pejabat, memantik gelombang protes di berbagai kota.

Ribuan warganet bersuara lantang lewat media sosial, sementara massa turun ke jalan menuntut penyelidikan jujur dan transparan.

Di bawah tekanan publik yang kian membesar, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, akhirnya turun tangan. Ia berjanji proses penyelidikan akan dilakukan cepat dan terbuka. 

Kejaksaan Agung kemudian mengambil langkah penting: membongkar makam Zara pada 9 Agustus untuk autopsi ulang, sekaligus menggelar inkues guna mengungkap penyebab pasti kematian sang siswi.

Kini, kematian Zara Qairina bukan lagi sekadar tragedi keluarga, melainkan ujian besar bagi integritas sistem hukum Malaysia. 

Publik menanti dengan cemas hasil autopsi dan inkues, berharap kebenaran yang selama ini tertutup kabut misteri akhirnya terungkap, dan keadilan bisa benar-benar ditegakkan untuk seorang anak yang hidupnya terputus terlalu cepat.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore