
Suasana KTT BRICS yang digelar di Johannesburg, Afrika Selatan (Afsel), pada 22–24 Agustus.
JawaPos.com - Iran tak tinggal diam. Dalam forum internasional BRICS+ di Brasil, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melontarkan peringatan keras: jika Israel tidak dihukum atas serangannya ke Iran, maka seluruh kawasan bahkan lebih jauh, akan ikut menderita. Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Dalam pidatonya, Araghchi menuding serangan gabungan Israel dan AS terhadap fasilitas nuklir Iran sebagai pelanggaran berat terhadap Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 yang telah mengesahkan program nuklir damai Iran sejak 2015.
"Serangan ini bukan hanya pelanggaran hukum internasional, tapi juga menunjukkan secara jelas bahwa Amerika terlibat penuh dalam agresi Israel terhadap Iran," tegas Araghchi, dikutip media resmi Press TV, Senin (7/7).
Dunia mulai bereaksi. Dalam pernyataan bersama yang dibacakan di Rio de Janeiro, 11 negara anggota BRICS+ secara tegas mengutuk serangan udara terbaru yang dilakukan Israel dan AS, meski tidak menyebut langsung kedua negara tersebut. "Mereka menyatakan keprihatinan serius atas serangan sengaja terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas nuklir damai. Tindakan ini jelas melanggar hukum internasional," bunyi deklarasi tersebut.
Dukungan ini menjadi kemenangan diplomatik penting bagi Teheran. Selama ini, Iran cenderung diabaikan secara internasional, terutama setelah rentetan serangan udara Israel selama 12 hari yang berakhir dengan serangan tambahan dari AS ke fasilitas nuklir strategis Iran di Natanz, Fordow, dan Isfahan.
Sementara mengutip Al-Jazeera, Senin (7/7), serangan mendadak Israel yang dimulai 13 Juni lalu menewaskan sedikitnya 935 orang dan melukai lebih dari 5.300 warga sipil, menurut data Kementerian Kesehatan Iran. Sebagai balasan, Teheran meluncurkan gelombang rudal dan drone ke wilayah Israel, menewaskan 29 orang dan melukai lebih dari 3.400 lainnya, berdasarkan laporan Hebrew University of Jerusalem.
Perang singkat tapi mematikan ini akhirnya berhenti pada 24 Juni, berkat mediasi gencatan senjata oleh AS, ironis, mengingat keterlibatan Washington dalam serangan itu sendiri. Namun, dengan Iran yang kini mendapat dukungan terbuka dari BRICS+, ketegangan belum sepenuhnya padam.
Dunia kembali menghadapi pertanyaan besar: Apakah gencatan senjata ini benar-benar permanen? Atau hanya jeda sebelum babak baru konflik dimulai? Semoga saja tidak.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
