
Bendera Iran (kiri) dan Israel (kanan). (sumber : depositphotos.com)
JawaPos.com – Badan intelijen Iran diklaim telah memperoleh ribuan dokumen rahasia Israel, salah satunya juga terkait program nuklir. Laporan itu disampaikan oleh lembaga penyiaran pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), dilansir PressTV, kemarin (7/6).
Menurut IRIB, dokumen-dokumen yang disebut sensitif dan strategis itu berhasil diselundupkan keluar dari wilayah Israel dan telah tiba dengan aman di Iran. Lembaga tersebut mengutip sumber-sumber regional yang tidak diungkap identitasnya, menyebut perolehan ini sebagai salah satu pelanggaran keamanan terbesar yang pernah dialami Israel.
Materi intelijen yang diklaim Iran meliputi informasi rinci mengenai fasilitas dan rencana nuklir Israel. Proses pemindahan dokumen disebut berlangsung secara rahasia, disertai kebijakan keheningan media demi menjamin keamanan data selama perjalanan ke wilayah Iran. “Volume data yang sangat besar membuat proses peninjauan dan pengelompokan memakan waktu beberapa pekan,” lapor IRIB.
Kabar itu mencuat hanya berselang beberapa minggu setelah pengumuman dari Kepolisian Israel dan badan intelijen dalam negeri Shin Bet. Pada 20 Mei lalu, dua warga negara Israel ditangkap di kawasan Nesher, dekat Haifa, karena diduga terlibat dalam aktivitas spionase untuk kepentingan Iran.
IRIB mengaitkan penangkapan tersebut dengan kebocoran dokumen yang kini berada di tangan Iran. Meski demikian, laporan menyebut bahwa operasi pengambilalihan data telah tuntas sebelum dua tersangka ditahan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Israel secara terbuka menuduh Iran aktif merekrut warga negara Israel untuk kegiatan spionase. Pada Desember lalu, hampir 30 orang ditangkap karena dicurigai menjadi mata-mata untuk Teheran melalui jaringan komunikasi dan pertukaran uang.
Bicara soal nuklir, Israel dikenal luas memiliki kekuatan nuklir meski tidak secara resmi mengakui kepemilikan senjatanya. Program nuklirnya dimulai pada 1952 dengan dukungan teknologi dari Prancis dan Amerika Serikat. Namun, tidak seperti Iran, Israel tidak menjadi anggota Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan tidak membuka program nuklirnya untuk inspeksi badan atom PBB.
Meskipun demikian, badan energi atom internasional (IAEA) selama ini enggan memberikan tekanan terhadap Israel untuk membuka informasi terkait arsenal nuklirnya. Hal tersebut cukup berbanding terbalik dengan pendekatan keras IAEA terhadap program nuklir Iran. (agf)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
