
Para kardinal berkumpul untuk mengikuti konklaf. (Vatikan News)
JawaPos.com – Proses pemilihan Paus baru secara resmi dimulai hari ini (7/5) dalam sebuah konklaf di Kapel Sistina, Vatikan. Sebanyak 133 kardinal dari 71 negara berkumpul untuk memilih penerus Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April lalu.
Konklaf kali ini menjadi yang terbesar dalam sejarah Gereja Katolik, mengingat besarnya jumlah kardinal yang terlibat dalam proses pemilihan. Kehadiran para kardinal ini merupakan wujud tanggung jawab besar dalam menentukan arah Gereja Katolik di masa depan.
Pemungutan suara akan dilakukan sebanyak dua kali setiap hari hingga mayoritas dua pertiga tercapai. Berdasarkan tradisi, tanda terpilihnya Paus baru akan diumumkan dengan asap putih yang mengepul dari cerobong Kapel Sistina.
Jika tidak tercapai kesepakatan dalam pemungutan suara, asap hitam akan terlihat sebagai penanda belum adanya keputusan. Para kardinal akan bermusyawarah secara tertutup, tanpa pengaruh dari luar, sesuai dengan aturan ketat yang diterapkan oleh Vatikan.
Sebelum konklaf dimulai, para kardinal mengucapkan sumpah untuk menjaga kerahasiaan dan bersumpah setia pada proses pemilihan. Langkah ini menjadi bagian dari tradisi suci Gereja Katolik untuk memastikan tidak ada intervensi eksternal yang memengaruhi jalannya konklaf. Kesucian dan independensi proses ini sangat dijaga oleh Vatikan, sehingga para kardinal sepenuhnya fokus pada doa dan pertimbangan spiritual.
Dalam beberapa dekade terakhir, proses konklaf mengalami perubahan signifikan dalam hal transparansi dan keamanan. Para kardinal tidak diizinkan membawa perangkat komunikasi apa pun selama proses berlangsung, memastikan proses tetap rahasia dan bebas intervensi.
Konklaf kali ini juga menjadi perhatian global, mengingat perkembangan zaman dan tantangan Gereja Katolik dalam menghadapi isu-isu sosial dan politik di berbagai belahan dunia. Umat Katolik di seluruh dunia terus berdoa dan menantikan kepastian mengenai siapa yang akan menjadi gembala baru bagi lebih dari 1,3 miliar umat Katolik di seluruh dunia.
Para pengunjung yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus akan menunggu momen bersejarah itu dengan penuh harap, disertai doa dan pujian kepada Tuhan.
Dengan proses yang sedang berlangsung, dunia kini menanti siapa yang akan melanjutkan jejak Paus Fransiskus dalam membawa semangat reformasi dan kedamaian bagi Gereja Katolik dan masyarakat global.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
