
Ilustrasi otak dan warna.
JawaPos.com–Belajar bahasa asing ternyata tidak hanya menambah kosa kata dan kemampuan komunikasi, tetapi juga bisa mengubah cara melihat warna, dilansir dari Psy Post, Rabu (24/1).
Sebuah penelitian psikologi menemukan bahwa seorang penutur dwi bahasa dari masyarakat Tsimane’ di Amazon Bolivia, yang mempelajari bahasa Spanyol sebagai bahasa kedua, mulai membedakan warna dengan lebih tepat. Mereka menggunakan kata-kata yang berbeda untuk warna seperti biru dan hijau, yang biasanya tidak dilakukan penutur asli masyarakat Tsimane’.
Penelitian itu, yang dipublikasikan di Psychological Science, menunjukkan bagaimana belajar bahasa asing bisa membentuk kembali pemahaman tentang dunia, terutama warna.
Orang-orang Tsimane’ di hutan Bolivia bisa membantu memahami tentang pengaruh bahasa pada pikiran manusia. Mereka hidup terpencil di desa-desa di Sungai Maniqui dan menjaga hubungan dengan alam. Mereka mempunyai bahasa dan budaya yang khas.
Namun, karena modernisasi dan interaksi yang meningkat dengan penduduk berbahasa Spanyol, perubahan dalam berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk penggunaan bahasa yang mereka pakai.
Bahasa Tsimane' dikenal memiliki kosakata warna yang terbatas dibandingkan dengan bahasa-bahasa yang digunakan di negara-negara lain.
Peneliti tersebut juga mengukur aktivitas otak peserta dengan menggunakan elektroensefalografi (EEG), yaitu metode yang merekam gelombang listrik yang dihasilkan sel-sel saraf di otak. Hasil penelitian itu menemukan bahwa orang Tsimane’ yang bisa bahasa Spanyol punya pemahaman warna yang hampir sama dengan orang Spanyol. Orang Tsimane’ yang bisa bahasa Spanyol biasa membedakan warna biru dan hijau, padahal bahasa Tsimane’ tidak punya kata-kata berbeda untuk kedua warna itu.
Orang Tsimane’ yang bisa bahasa Spanyol juga mengingat warna di layar lebih baik, apalagi ketika warna itu ada namanya dalam bahasa Spanyol. Selain itu, penelitian tersebut juga menemukan bahwa otak orang Tsimane’ yang bisa bahasa Spanyol berbeda dengan otak orang Tsimane’ atau Spanyol yang hanya bisa satu bahasa saat melihat dan menyebutkan warna.
Orang Tsimane’ yang bisa bahasa Spanyol punya otak yang lebih aktif di bagian-bagian yang penting untuk bahasa, seperti lobus frontal kiri dan lobus temporal kiri.
Hal ini menunjukkan bahwa pembicara dwi bahasa Tsimane'-Spanyol menggunakan sumber daya kognitif yang lebih banyak untuk mengakses kosakata warna dari kedua bahasa mereka. Penelitian berbasis psikologi sains, membuktikan bahwa belajar bahasa asing bisa mengubah konsep warna seseorang, bahkan pada orang dewasa yang sudah memiliki bahasa pertama.
Sebab itu, adanya penelitian ini juga menunjukkan bahwa bahasa tidak hanya memengaruhi cara berbicara tentang warna, tetapi juga cara mengenali, mengingat, dan mengolah warna di otak. Dengan demikian, penelitian tersebut menyoroti peran penting bahasa dalam membentuk kognisi manusia.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
