Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Desember 2023, 23.18 WIB

Klaim Bahwa Singapura Curi Makanan Malaysia, Aktor Negeri Jiran Dikritik Netizen

Hero Tai ketika menunjukkan gambar daya tarik Singapura, Cloud Forest Gardens by The Bay, dan mengatakan bahwa itu adalah palsu atau buatan manusia. - Image

Hero Tai ketika menunjukkan gambar daya tarik Singapura, Cloud Forest Gardens by The Bay, dan mengatakan bahwa itu adalah palsu atau buatan manusia.

JawaPos.com – Aktor sekaligus pembawa acara asal Malaysia, Hero Tai, menuai kritik di dunia maya terkait klaim mengenai banyaknya makanan Singapura yang aslinya berasal dari Malaysia. Dalam sebuah episode program televisi Taiwan Student, yang ditayangkan pada 13 Desember silam, pria berusia 37 tahun itu juga terlibat debat dengan penyanyi Singapura, Huang Jinglun, mengenai masalah tersebut.

Seperti yang dikutip dari The Straits Times, dalam berbagai segmen acara, pembaca acara asal Taiwan, Ken Lin, mengangkat kontroversi yang sudah lama ada mengenai apakah makanan tertentu milik Malaysia atau Singapura, dan berkonsultasi dengan selebriti dari kedua negara.

Hero Tai yang memenangkan kompetisi Mister International Malaysia pada 2006 dan pernah membintangi drama Taiwan, seperti Taste of Love (2015-2016) dan Love me (2016), berasal dari tim Malaysia. Tim Singapura terdiri dari aktris Gina Lim serta penyanyi Huang Jinglun dan Ruth Kueo.

Mengenakan kaus olahraga kuning dengan dihiasi bendera Malaysia, Hero Tai dengan sukarela mengatakan bahwa semua makanan Singapura adalah milik Malaysia. “Izinkan saya membuat pernyataan yang adil. Semua makanan Singapura yang diketahui orang Taiwan adalah milik Malaysia. Saya serius tentang ini,” ungkapnya.

Kemudian, dalam acara tersebut, ia mengulangi pernyataan tersebut dan mengutip contoh makanan yang dicuri Singapura, seperti bak kut teh, nasi ayam hainan, char kway teow, dan nonya kueh.

“Makanan ini sudah ada di Singapura sebelum merdeka dari Malaysia (tahun 1965),” imbuhnya.

Klaim dari Hero Tai tersebut mendapat bantahan keras dari tim Singapura. “Kami tidak ‘mencuri’. Kami membantu Anda mempromosikan (makanan),” kata Lim, 46.

“Ini adalah masalah bagi dewan promosi pariwisata Malaysia. Jika Anda tidak dapat mempromosikan produk Anda sendiri dan memerlukan Singapura untuk membantu mempopulerkannya, Anda mempunyai masalah besar,” tambah Huang, 40.

Huang menggunakan analogi lagu cover dengan mengatakan bahwa jika versi asli suatu lagu tidak populer, tetapi versi covernya populer, maka itu bukan kesalahan penyanyi covernya. “Kami tidak pernah mengatakan bahwa kami adalah penyanyi aslinya, tapi menurutku versi sampul kami lebih bagus daripada aslinya,” tambahnya.

Selama program tersebut, Hero Tai juga mengeluhkan aspek lain dari Singapura. Ia mengatakan bahwa turis yang pergi ke Singapura hanya perlu tinggal selama tiga hari karena itu adalah waktu yang diperlukan untuk mengunjungi semua tempat wisata di negara tersebut.

Ia juga menunjukkan gambar pantai Singapura, serta HSBC Rain Vortex di Bandara Jewel Changi dan Cloud Forest Gardens by the Bay, dan mengatakan bahwa itu semua ‘palsu’ atau buatan manusia. “Seluruh Singapura tidak punya gunung, yang ada hanya bukit buatan,” katanya.

Selain itu, ia menempelkan sebuah tanda di Huang dengan tulisan ‘tidak ada budaya’, ‘tidak ada daya tarik’, dan ‘sangat membosankan’ untuk mengungkapkan perasaannya terhadap Singapura.

Pernyataan Hero Tai mendapat komentar negatif di dunia maya dari berbagai netizen. “Ketika seseorang memiliki rasa rendah diri, dia akan meremehkan orang lain untuk membuat dirinya merasa superior,” tulis salah seorang netizen.

“Meniup cahaya seseorang tidak akan membuat cahayamu bersinar,” tulis yang lain.

Namun, Hero Tai juga memiliki beberapa netizen yang mendukungnya. “Hampir semua daya tarik terkenal di Singapura adalah buatan manusia. Setelah mendengarkan ini, sepertinya tidak perlu lagi ke Singapura,” tulis salah seorang netizen yang mendukung Hero Tai.

Editor: Edy Pramana
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore