Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 November 2023 | 13.53 WIB

28 Bayi Prematur di Palestina Dievakuasi ke Mesir, Seiring Tank yang Terus Mengepung Rumah Sakit di Gaza

Ilustrasi - Bayi prematur Palestina sedang diberi susu untuk sumber asupan makanan oleh petugas medis di daerah timur Kairo, Mesir pada Senin (21/11). (Sumber: REUTERS/Kementerian Kesehatan Mesir)

JawaPos.com - Kabar duka masih terus berdatangan dari Palestina atas serangan yang dilakukan Israel.

Sebanyak 28 bayi yang lahir prematur dievakuasi dari rumah sakit terbesar di Gaza, dan dibawa ke Mesir untuk perawatan darurat pada Senin (20/11).

Sementara pihak berwenang dari Palestina dan WHO mengatakan 12 orang telah tewas di rumah sakit lainnya di Gaza dan tempat tersebut telah dikelilingi tank Israel.

Bayi-bayi yang baru lahir tersebut, mulanya dirawat di rumah sakit Al Shifa di Gaza utara, di mana beberapa bayi lainnya meninggal setelah inkubator mereka rusak akibat tidak berfungsinya layanan medis selama serangan militer Israel di Gaza.
 
Pasukan Israel mengepung Al Shifa pekan lalu untuk mencari dugaan jaringan terowongan milik kelompok Islam Hamas yang dibangun di bawahnya.
 
Ratusan pasien, staf medis, dan pengungsi meninggalkan Al Shifa pada akhir pekan. Dokter menyampaikan mereka diusir oleh tentara Israel, sedangkan pihak Israel mengatakan yang sebaliknya, bahwa keberangkatan staf medis bersifat sukarela.

Rekaman langsung yang disiarkan oleh TV Al Qahera Mesir menunjukkan staf medis dengan hati-hati mengangkat bayi dari dalam ambulans dan menempatkan mereka di inkubator bergerak, yang kemudian didorong melintasi tempat parkir menuju ambulans lainnya.
 
 
Bayi-bayi tersebut diangkut pada Minggu (19/11) ke sebuah rumah sakit di Rafah, di perbatasan selatan Gaza yang dikuasai Hamas, sehingga kondisi mereka dapat stabil sebelum dipindahkan ke Mesir.
 
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan 12 orang telah diterbangkan ke Kairo.

Semua bayi yang dievakuasi sedang 'melawan infeksi serius', kata juru bicara WHO.

Delapan bayi telah meninggal sejak dokter di Al Shifa pertama kali memberikan peringatan Internasional pada bulan ini tentang 39 bayi prematur yang berisiko akibat kurangnya pengendalian infeksi, air bersih dan obat-obatan di bangsal neo-natal.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore