
Ketika Selandia Baru berkabung untuk para korban penembakan di dua masjid di Christchurch, tarian tradisional Maori, Haka bergema di seluruh negeri tersebut
JawaPos.com - Ketika Selandia Baru berkabung untuk para korban penembakan di dua masjid di Christchurch, tarian tradisional Maori, Haka bergema di seluruh negeri tersebut. Dilansir dari BBC pada Jumat (22/3), Haka berarti menari dalam bahasa orang Maori Selandia Baru.
Haka bisa diartikan juga sebagai kerja sama grup yang melibatkan gerakan tersinkronisasi, banyak menghentak, berteriak, dan memutar mata.
Direktur Eksekutif Dewan Maori Selandia Baru Matthew Tukaki mengatakan, meskipun sering dianggap sebagai tarian perang, arti utama tarian Haka sebenarnyauntuk penghormatan. Faktanya, tidak hanya ada satu tarian Haka, namun ratusan.
Setiap wilayah dan masing-masing suku memiliki versi tarian Haka sendiri, tergantung pada kesempatan dan siapa yang mengajarkan tarian kepada masyarakat. "Secara tradisional tarian Haka adalah tarian perang yang pada dasarnya untuk mengancam atau memperingatkan musuh," jelas Tukaki. "Tapi maknanya sekaranf telah berubah,” imbuhnya.
Saat ini tarian Haka dilakukan di semua jenis acara seremonial. Tarian itu dilakukan untuk memberi sambutan kepada para pejabat tinggi, acara ulang tahun, pernikahan, peringatan, atau pemakaman para pemimpin dan orang-orang yang berkedudukan tinggi.
Sedangkan tarian Haka yang dilakukan sebelum Salat Jumat, sebenarnya dilakukan untuk menunjukkan dukungan bagi komunitas Muslim Selandia Baru. Ada banyak contoh spontan di mana warga Selandia Baru telah melakukan tarian Haka dalam beberapa hari terakhir.
Hampir semua warga Selandia Baru paham cara melakukan tarian Haka. Secara tradisional itu adalah sesuatu yang terbatas pada komunitas Maori, tetapi telah lama menyebar jauh melampaui hal itu.
Ini adalah sesuatu yang banyak dipelajari anak-anak di sekolah sejak awal, terlepas dari apakah mereka Maori atau bukan.
Apakah boleh bagi warga Selandia Baru non-Maori untuk melakukan tarian Haka? "Ya, tentu saja," kata Tukaki dengan tegas.
"Ini adalah waktu yang istimewa. Kami berada pada momen khusus dalam sejarah Selandia Baru, tetapi juga saat yang penting bagi masa depan kita," ujarnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
