alexametrics

Israel Hancurkan Terowongan, 7 Warga Palestina Tewas

1 November 2017, 08:30:00 WIB

JawaPos.com – Jalur Gaza kembali memanas. Senin malam (30/10) Israel menghancurkan sebuah terowongan di Gaza yang mengakibatkan setidaknya tujuh orang tewas dan sembilan orang terluka. Jumlah korban bisa bertambah. Sebab, masih ada beberapa orang yang dinyatakan hilang.

Tak terima, Hamas yang menguasai wilayah Gaza menyatakan bakal membalas. ”Kami akan menggunakan hak kami untuk merespons (serangan, Red). Itu adalah tugas kami,” tegas Daoud Shehab, pemimpin gerakan Islamic Jihad yang merupakan pasukan terkuat kedua di Gaza setelah Hamas.

Kementerian Kesehatan Gaza mengungkapkan, lima orang korban tewas adalah anggota Brigade Al Quds yang merupakan sayap militer Islamic Jihad. Dua lainnya adalah anggota Brigade Izz Eddine Al Qassam milik Hamas. ”Serangan itu merupakan perang terhadap penduduk Gaza,” bunyi pernyataan Hamas di akun Twitter-nya.

Hamas menuding Israel ingin menghancurkan rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah. Serangan Israel tersebut memang hanya berselang dua hari dari jadwal serah terima kekuasaan Hamas di Jalur Gaza ke Fatah sebagai bagian dari rekonsiliasi nasional.

Menanggapi serangan kali ini, Fatah meminta ada diskusi dulu untuk memberikan respons yang tepat terhadap serangan Israel. Hamas belum memberikan jawaban atas tawaran Fatah tersebut.

Berdasar laporan kantor berita Wafa, Israel telah menembakkan misilnya di terowongan yang tengah digali di timur Khan Yunis. Negara yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu itu mengklaim bahwa terowongan tersebut menuju wilayah mereka dan sudah mendekati tembok perbatasan. Versi Israel, peledakan dilakukan di balik tembok perbatasan sisi Israel.

Juru Bicara Militer Israel (IDF) Ronen Manelis mengungkapkan, terowongan itu sudah lama dimonitor sebelum akhirnya diledakkan. Dia mengungkapkan, mereka tidak bermaksud membunuh orang-orang di dalamnya. Sebagian besar korban harus kehilangan nyawa karena menghirup asap secara berlebihan saat mencoba menyelamatkan orang-orang di dalam terowongan setelah serangan.

Keberhasilan penghancuran terowongan itu disambut baik oleh Netanyahu. ”Kami akan menyakiti mereka yang mencoba menyakiti kami. Hari ini (Senin, Red) kami mendeteksi terowongan dan menghancurkannya dan kami akan terus melakukannya,” ujar politikus yang akrab disapa Bibi tersebut.

Israel memiliki proyek pembangunan tembok bawah tanah sepanjang 60 kilometer yang membentang di perbatasan Gaza. Tembok yang memakan anggaran USD 1,1 miliar (Rp 13,6 triliun) itu juga dilengkapi dengan sensor khusus. Proyek tersebut selesai pada pertengahan 2019 mendatang.

Sejak 2008, Israel melakukan tiga serangan ke Jalur Gaza. Serangan terakhir terjadi pada 2014 yang mengakibatkan 2.200 penduduk Palestina tewas. Sebanyak 500 di antaranya adalah anak-anak. Dari pihak Israel, ada 66 tentara yang tewas dan tujuh lainnya merupakan penduduk sipil. Saat itu Hamas kerap menggunakan terowongan untuk menyerang pasukan IDF.

Di Jalur Gaza, memang banyak terowongan, bukan hanya untuk melakukan penyerangan dadakan, tapi juga menyelundupkan barang-barang dan makanan dari luar untuk mengatasi blokade Israel sejak 2007. (*)

Editor : admin

Reporter : Reuters/AlJazeera/sha/c25/any/ce1

Israel Hancurkan Terowongan, 7 Warga Palestina Tewas