alexametrics

Taliban Berkuasa, Tak Ada Suara Musik Terdengar di Afghanistan

1 September 2021, 11:31:12 WIB

Zarifullah Sahel, wartawan lokal di Provinsi Laghman dekat Kabul, mengatakan bahwa kepala komisi budaya lokal Taliban memberi tahu stasiun radio pemerintah dan enam stasiun radio swasta untuk menyesuaikan siaran mereka agar sejalan dengan hukum Syariat. Sejak itu, program musik dan program berita, politik, dan budaya yang tidak berkaitan dengan masalah agama telah dihentikan.

Kendati perintah formal belum dikeluarkan, pesannya sudah terbaca dengan jelas yakni era kebebasan telah berakhir dan lebih aman untuk tidak terlihat mencolok.

“Saya takut menjadi target Taliban kalau saya terlihat memakai jeans atau pakaian Barat,” kata Mustafa Ali Rahman, mantan petugas pajak di Provinsi Lagman. “Tak ada yang tahu apa yang mungkin akan mereka lakukan untuk menghukum kami,” imbuhnya.

Seorang mantan aktivis sipil di kota utara, Mazar-i-Sharif, mengatakan toko dan restoran tampaknya sudah sepakat untuk mematikan radio. “Tak ada peringatan soal musik, tapi kami sendirilah yang menghentikannya,” ungkapnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads