alexametrics

Taliban Berkuasa, Tak Ada Suara Musik Terdengar di Afghanistan

1 September 2021, 11:31:12 WIB

“Lagi pula tak seorang pun di negara ini berminat mencari hiburan, (karena) kami semua sedang syok,” sebutnya. “Saya malah tak yakin ada orang yang menyalakan radio sekarang,” imbuhnya.

Selama 20 tahun hidup di bawah pemerintah dukungan Barat, budaya populer tumbuh di Kabul dan kota-kota lain yang diwarnai kemunculan tempat kebugaran, minuman berenergi, gaya rambut kekinian dan lagu-lagu pop. Opera sabun dari Turki, program siaran panggilan di radio, dan pertunjukan bakat di televisi seperti ‘Bintang Afghan’ menjadi kegemaran masyarakat.

Hanya saja, bagi petinggi Taliban, yang banyak dibesarkan di madrasah dan mengalami tahun-tahun yang sulit akibat peperangan, perubahan itu dianggap sudah melampaui batas.

“Budaya kami telah teracuni, kami melihat pengaruh Rusia dan Amerika dimana saja bahkan pada makanan yang kami santap, sesuatu yang harus disadari oleh masyarakat dan perlu diubah,” kata seorang komandan Taliban. “Ini mungkin perlu waktu tapi itu akan terjadi,” imbuhnya.

Di seluruh negeri, perubahan telah terlihat. Meski petinggi Taliban berulang kali mengatakan pasukan mereka harus menghormati penduduk dan tidak sembarangan menghukum, banyak warga tidak percaya mereka mampu mengendalikan anggota-anggota yang ada di bawah.

“Tak ada musik di seluruh Kota Jalalabad, orang ketakutan dan khawatir dipukul Taliban,” kata Naseem, mantan pejabat di provinsi timur, Nangarhar.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads