alexametrics

Taliban Berkuasa, Tak Ada Suara Musik Terdengar di Afghanistan

1 September 2021, 11:31:12 WIB

JawaPos.com – Sebelum penerbangan AS terakhir meninggalkan Kabul pada Senin (30/8) tengah malam, banyak pemandangan mencolok dan suara kehidupan kota di Afghanistan bahkan mulai berubah. Mereka yang masih berada di negara itu berusaha menyesuaikan diri dengan gaya tegas pemerintah baru Taliban.

Taliban sejauh ini memang telah berusaha menunjukkan wajah yang lebih menenangkan kepada dunia. Tak ada hukuman keras dipertontonkan di depan publik. Tak ada larangan menggelar hiburan rakyat seperti yang mereka terapkan saat berkuasa dulu, sebelum digulingkan pasukan Sekutu pada 2001.

Kegiatan budaya diperbolehkan sejauh tidak melanggar hukum Syariat dan budaya Islam Afghanistan.

Terlepas dari itu, otoritas Taliban di Kandahar menerbitkan perintah formal pekan lalu yang melarang stasiun radio memutar musik dan suara penyiar perempuan. Namun, bagi kebanyakan orang, perintah formal tidak diperlukan.

Reklame warna-warni di depan salon-salon kecantikan sudah dicat ulang, jeans telah diganti dengan pakaian tradisional, dan stasiun radio mengubah menu siaran mereka dengan musik pop Hindi dan Persia, serta musik patriotik yang muram.

“Bukan karena Taliban memerintahkan kami mengubah apa pun, kami mengganti program sekarang karena kami tidak ingin Taliban memaksa kami berhenti siaran,” kata Khalid Sediqqi, produser stasiun radio swasta di Kota Ghezni seperti dilansir Reuters.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads