JawaPos Radar

Pegang Visa Kerja, 116 WNI Dirazia di Makkah

01/08/2018, 10:14 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Pegang Visa Kerja, 116 WNI Dirazia di Makkah
Salah seorang yang ditangkap mengaku berangkat dengan visa umrah dan masuk ke Saudi sebelum bulan puasa. Ada juga yang datang pada saat Ramadhan (The Jerusalem Post)
Share this image

JawaPos.com - Setidaknya 116 orang WNI terjaring razia pihak keamanan Arab Saudi. Dari hasil pemeriksaan berita acara pemeriksaan (BAP), Tim Petugas dari Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah di Tarhil (Pusat Detensi Imigrasi), 116 orang WNI ini sebagian besar memegang visa kerja.

Penggerebekan dilakukan di sebuah penampungan di kawasan Misfalah, Makkah pada Jumat, (27/7). Sebagian besar para WNI yang terjaring razia ini berdomisili di Makkah, sebagian lagi berasal dari luar Makkah, namun menyeberang melalui perbatasan masuk ke Kota Makkah untuk melaksanakan ibadah haji.

Menurut Koordinator Pelayanan dan Perlindungan Warga (KPW) Safaat Ghofur, para WNI yang digerebek di sebuah penampungan tersebut sebagian besar berasal dari Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat dilakukan BAP, mereka mengaku berniat ingin melaksanakan ibadah haji.

Pegang Visa Kerja, 116 WNI Dirazia di Makkah
Setidaknya 116 orang WNI terjaring razia pihak keamanan Arab Saudi (The Jerusalem Post)

"Mereka membayar sewa kamar dengan biaya bervariasi, dari 150 hingga 400 riyal per kepala," kata Safaat menurut keterangan pers yang diterima dari KJRI Jeddah kepada JawaPos.com pada Selasa, (1/8).

Mereka menyewa beberapa syuggah atau rumah dalam satu gedung melalui calo dari Bangladesh. Rumah-rumah tersebut dihuni 10 sampai 23 orang, bercampur antara laki-laki dan perempuan.

Salah seorang yang ditangkap mengaku berangkat dengan visa umrah dan masuk ke Saudi sebelum bulan puasa. Ada juga yang datang pada saat Ramadhan.

Menurut pengakuan WNI yang tidak mau disebutkan namanya ini mengaku bahwa ia awalnya berniat haji. "Jamaah bayar ke travel 50 hingga 60 juta rupiah," ucap jamaah yang tidak mau disebutkan namanya.

Sesampainya di Makkah, sambung jemaah tadi, mereka harus membayar uang tambahan sebesar 500 riyal untuk menebus paspor kepada guide.

Menurut Staf KJRI yang bertugas di Tarhil, Tolabul Amal, setelah di Makkah, mereka bebas ke mana saja dan tak ada urusan dengan travel. Talab juga menyayangkan karena mereka mengaku tidak ingat nama biro tavel yang memberangkatkan

"Sebagian yang diamankan tersebut ada yang resmi, namun diangkut juga karena tinggal dengan WNI lainnya yang ilegal," kata Talab.

Atas kejadian ini, Konsul Jenderal Mohamad Hery Sarifudim mengimbau masyarakat agar menunaikan ibadah haji sesuai prosedur yang telah diatur Pemerintah Arab Saudi. "Tidak baik juga beribadah tapi dengan melanggar hukum negara setempat," pungkas Konjen.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up