alexametrics

Obat Penurun Kolesterol Disebut Bisa Cegah Kematian Pasien Covid-19

1 Juli 2020, 02:02:37 WIB

JawaPos.com – Pernah mendengar obat golongan statin? Obat-obatan ini biasanya diberikan oleh dokter untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Namanya biasanya adalah Simvastatin, Lovastatin, dan lainnya. Ternyata, penelitian terbaru menyebutkan obat-obatan ini bisa dikembangkan untuk menyembuhkan pasien Covid-19.

Dilansir dari AsiaOne, Rumah Sakit Renmin Universitas Wuhan, Tiongkok, sebuah rumah sakit terkemuka di Provinsi Hubei, telah melaporkan sebuah penelitian yang menemukan bahwa obat-obatan yang mengandung statin memiliki dampak yang signifikan dalam mengurangi tingkat kematian pasien Covid-19. Artinya obat ini diklaim bisa menyembuhkan pasien yang parah.

Jurnal medis internasional Cell Metabolism sudah menerbitkan hasil penelitian pada pekan lalu. Ini adalah salah satu solusi Tiongkok lainnya untuk mengatasi pandemi yang sedang berlangsung.

Penelitian ini didasarkan pada 13.983 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di 21 rumah sakit di sekitar Provinsi Hubei. Tingkat kematian dapat diturunkan dari 9,4 persen untuk pasien yang belum menggunakan statin menjadi 5,2 persen untuk mereka yang telah menggunakan statin.

Penelitian soal obat golongan statin sebetulnya sudah sempat dilakukan sejak Maret lalu. Dalam laman The Scientist, pada 21 Maret, ahli epidemiologi Haleema Shakur-Still mendapat pesan WhatsApp dari Temitayo Shokunbi, seorang kolega di Universitas Ibadan di Nigeria.

Dia bertanya tentang obat hydroxychloroquine. Pada saat itu, beberapa percobaan juga dilakukan. Yaitu tes obat aspirin, statin, dan obat anti-hipertensi sebagai gantinya. Obat-obatan ini, menurut Shakur-Still dapat mengatasi peradangan hebat dan kerusakan jaringan lain yang terkait dengan Covid-19.

Semakin banyak data menunjukkan bahwa peradangan hebat, pembekuan darah, dan stroke adalah beberapa gejala Covid-19 yang paling parah. Beberapa dekade penelitian juga menunjukkan bahwa selain menurunkan kolesterol, obat golongan statin bisa mengurangi peradangan, mengurangi pembekuan darah, dan mencegah kerusakan jaringan endotel (lapisan tipis sel yang melapisi pembuluh darah dan organ lainnya). Jaringan itu juga tampaknya ada hubungannya dengan Covid-19.

Ada juga beberapa bukti bahwa statin bertindak sebagai antivirus. Karena efek tersebut, ahli epidemiologi seperti Shakur-Still dan peneliti lain ingin melihat apakah statin dapat menjadi pengobatan untuk Covid-19.

Shakur-Still yang bekerja di London School of Hygiene dan Tropical Medicine, dan rekan-rekannya melakukan percobaan. Di dalamnya, pasien Covid-19 yang datang ke pusat perawatan baik di Pakistan atau Nigeria akan secara acak ditugaskan untuk menerima aspirin, simvastatin obat penurun kolesterol, losartan anti-hipertensi, kombinasi obat, atau standar perawatan.

Percobaan lain di Cambridge, Massachusetts, akan menguji obat penurun kolesterol serupa yang disebut atorvastatin. Dan ada beberapa uji klinis lain yang sedang berlangsung yang akan melihat efek statin pada Covid-19.

“Pengurangan angka kematian yang sederhana dari perawatan yang murah dan tersedia secara luas dan praktis bisa mengurangi beban staf rumah sakit yang bekerja,” jelasnya.

Data yang menunjukkan bahwa statin dapat mengurangi keparahan Covid-19 atau mencegah kematian memang masih terbatas. Sebuah penelitian observasional kecil terhadap 150 orang berusia 80-an yang diterbitkan di medRxiv pada pertengahan Mei menunjukkan bahwa mereka yang menggunakan statin untuk penyakit kardiovaskular sebelum tertular dengan Covid-19 bernasib lebih baik daripada orang dengan usia yang sama yang tidak menggunakan statin.

“Dari hasil ini sepertinya statin bermanfaat dalam populasi ini, dan kami tahu obat ini aman dan murah,” kata rekan penulis studi Anton De Spiegeleer dari Universitas Ghent di Belgia.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads