alexametrics

Enggan Pakai Masker, Donald Trump Dikritik Tak Bisa jadi Teladan

1 Juli 2020, 03:03:30 WIB

JawaPos.com – Presiden Donald Trump menghadapi tekanan publik terkait teladan dalam mematuhi protokol kesehatan. Sebab setiap kali berpidato, Trump sama sekali tak pernah mematuhi anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengenakan masker wajah.

Kasus-kasus virus Korona baru melonjak di lebih dari setengah negara bagian AS. Dan mencapai rekor tertinggi setelah berbulan-bulan upaya mitigasi diterapkan secara tidak merata di seluruh negara.

Wilayah paling terpukul adalah negara bagian selatan dan barat yang mendorong pembukaan kembali demi ekonomi. AS sudah mencatat lebih dari 2,6 juta kasus positif Covid-19 dan jumlah kematiannya lebih dari 129 ribu orang.

Dilansir dari Channel News Asia, Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Alex Azar menjelaskan alasan Trump menolak untuk memberi contoh dengan mengenakan masker di depan umum. Bahkan ketika berdiri di samping penasihat kesehatan yang mengenakan masker. Trump sebagai pemimpin bangsa didesak untuk menggunakan masker.

Senator Republik Lamar Alexander mengatakan pada CNN justru pemakaian masker dikaitkan dengan politik menjelang pemilu di AS. “Jika Anda mendukung Trump, Anda tidak mengenakan masker, tapi jika Anda menentang Trump, Anda melakukannya (mengenakan masker),” kata Senator Republik Lamar Alexander.

Pemimpin senat Mitch McConnell dari Kentucky dan Gubernur Greg Abbott dari Texas mengatakan negara bagian lain melihat peningkatan besar dalam beberapa kasus setelah bergerak secara agresif untuk membuka kembali ekonominya. Berbeda dengan Trump, di Phoenix, Gubernur Doug Ducey patuh mengenakan masker

Sementara itu, Wakil Presiden Mike Pence kadang-kadang memakai masker di depan umum tetapi kini sudah berhenti menganjurkan pemakaian masker. Ditanya mengapa pemerintah tidak mendorong pemakaian masker lebih keras, Pence menyerahkannya pada masing-masing negara bagian.

“Kami percaya bahwa setiap negara memiliki situasi yang unik dan gubernur memutuskan aturan untuk negara mereka sendiri,” kata Pence kepada CBS.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads