JawaPos Radar

Trump Sebut Raja Salman Setuju Tingkatkan Produksi Minyak Untuknya

01/07/2018, 09:52 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Trump Sebut Raja Salman Setuju Tingkatkan Produksi Minyak Untuknya
Raja Salman diminta tingkatkan produksi minya untuk Trump (Al Jazeera)
Share this

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, Raja Salman telah menyetujui permintaannya untuk meningkatkan produksi minyak hingga dua juta barel. Seperti dilansir Al Jazeera pada Sabtu (30/6), klaim Trump pada Sabtu datang setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak alias Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) setuju untuk meningkatkan produksi sebesar satu juta barel per hari pada pertemuan awal bulan ini.

Anggota non-OPEC Rusia pada 23 Juni juga mendukung upaya itu. "Hanya berbicara kepada Raja Salman bdan menjelaskan kepadanya kalau terjadi gejolak dan disfungsi di Iran dan Venezuela, saya meminta Arab Saudi meningkatkan produksi minyak, mungkin hingga 2 juta barel, untuk membuat perbedaan ," tulis Trump di Twitter-nya pada Sabtu.

Pejabat Saudi Press Agency (SPA) mengatakan, Raja Salman telah berbicara kepada Trump tentang perlunya menjaga stabilitas pasar minyak dan pertumbuhan ekonomi global, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang peningkatan output. "Selama bertelepon, kedua pemimpin menekankan perlunya melakukan upaya untuk menjaga stabilitas pasar minyak dan pertumbuhan ekonomi global," kata SPA.

Trump Sebut Raja Salman Setuju Tingkatkan Produksi Minyak Untuknya
Trump minta Raja Salman tingkatkan produksi minya (AFP)

Arab Saudi adalah pengekspor minyak utama dunia dan biasanya menyimpan setidaknya 1,5 juta hingga 2 juta barel per hari kapasitas cadangan. Ini menurut Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat. Menurut OPEC Saudi menghasilkan sekitar 10 juta barel minyak mentah per hari.

Administrasi Trump memang mendorong negara-negara untuk memotong semua impor minyak Iran dari November ketika AS memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran. Tepatnya setelah Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 yang disepakati 

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up