alexametrics

Eropa dan Amerika Diminta untuk Bisa Menerima Pengungsi Afghanistan

1 April 2022, 12:49:01 WIB

JawaPos.com – Ribuan pengungsi Afghanistan di Indonesia sejauh ini statusnya belum jelas. Mayoritas berstatus pendatang ilegal dan terlunta karena belum mendapat status pengungsi. Komisi Tinggi PBB untuk pengungsi mencatat setidaknya 6,1 juta warga Afghanistan menjadi pengungsi atau kehilangan tempat tinggal. Perang selama hampir 50 tahun terakhir menjadi penyebab utama jutaan orang Afghanistan mengungsi.

Solidaritas Indonesia untuk Pengungsi Afghanistan prihatin karena ada ribuan orang Afghanistan berada di Indonesia. Mereka menunggu bertahun-tahun untuk diterima mengungsi di negara lain.

“Bangsa Afghanistan, Bosnia, Irak, Syria, Libya, Yaman, dan kini Ukraina adalah sebagian negara yang menderita karena perang. Jutaan orang terusir dari rumahnya dan terlunta di mana-mana gara-gara perang. Tidak ada yang mau menjadi pengungsi. Semua mau hidup tenang dan damai di kampung halaman masing-masing. Sayangnya, jutaan orang Afghanistan, Bosnia, Irak, Syria, Libya, Yaman dan kini Ukraina tidak punya kesempatan itu. Mereka terusir karena perang,” kata Direktur Eksekutif Forum Diskusi Ekonomi Politik (FDEP) Susetyo Raharjo, kepada wartawan baru-baru ini.

Bersama berbagai pihak dari beragam provinsi, FDEP menyerahkan petisi dukungan untuk pengungsi Afghanistan juga bangsa lain kepada UNHCR. Menurutnya perlakuan berbeda terhadap pengungsi masih ada. Pengungsi Ukraina segera diterima dengan tangan terbuka oleh bangsa-bangsa Eropa dan Amerika. Berbagai dukungan segera diberikan Eropa dan Amerika kepada pengungsi Ukraina.

“Hal yang memang seharusnya dilakukan terhadap korban perang,” katanya.

Sementara itu, sebagian negara secara terbuka menolak pengungsi Afghanistan. Bahkan, ada negara yang membayar negara lain untuk mencegah arus pengungsi Afghanistan. Solidaritas Indonesia untuk Pengungsi Afghanistan mendesak agar hal itu tak lagi terjadi.

“Beri perlakuan dan penerimaan setara untuk semua pengungsi. Kami mendesak hentikan perampasan aset bangsa Afghanistan. Kembalikan aset itu untuk membiayai pemberdayaan perempuan, pendidikan anak, pengentasan kemiskinan, dan penyediaan pangan di Afghanistan. Dana itu seharusnya diberikan kepada warga Afghanistan yang terlunta karena perang. Kami meminta segera terima dan tempatkan pengungsi Afghanistan di Eropa dan Amerika,” tutup Direktur Eksekutif Lokataru Iwan Nurdin.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini: