alexametrics

Atur Tarif Jalan Tol, Pemerintah Bentuk Lembaga Kliring

30 Oktober 2019, 12:07:26 WIB

JawaPos.com – Pemerintah berencana membentuk lembaga kliring untuk jalan tol pada 2020 mendatang. Lembaga kliring ini nantinya ada di bawah Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan, fungsi utama lembaga kliring ini adalah menangani penyesuaian tarif jalan tol di seluruh Indonesia. Dengan demikian, bisnis serta iklim investasi tol akan semakin diminati swasta.

“Sekarang fokuskan dulu di investasi, pengembalian investasi jalan tol,” ungkap Danang kepada wartawan di Menara Kadin, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (29/10).

Ke depan, lembaga kliring ini menjadi jembatan antara pelayanan publik dan penciptaan iklim bisnis serta investasi. Danang mengatakan, saat ini terjadi perbedaan tarif tol dalam dan luar kota.

“Sekarang tarif tol dalam dan luar kota beda, dalam lebih mahal. Nanti lembaga kliring ini menyimbang itu, termasuk untuk aspek investasi,” katanya mencontohkan permasalahan di jalan tol.

Diketahui, tarif baru untuk tol Jakarta-Tangerang untuk ruas Simpang Susun Tomang-Tangerang Barat-Cikupa mulai berlaku 2 November 2019. Perubahan tarif itu sesuai dengan Keputusan Menteri PUPR Nomor 874/KPTS/M/2019 yang ditandatangani pada 20 September 2019.

Kenaikannya tairfnya yakni Rp 500-Rp 2.000. Kenaikan tarif tersebut berlaku untuk golongan kendaraan I dan II atau jenis kendaraan sedan, jip, pick up/truk kecil, dan bus, serta truk dua gandar.

Sementara, golongan kendaraan III, IV, dan V mengalami penurunan tarif Rp 500-5.000. Penurunan tarif berlaku untuk jenis kendaraan truk dengan tiga, empat, dan lima gandar.

Tarif tol Jakarta-Tangerang ruas Simpang Susun Tomang-Tangerang Barat-Cikupa golongan kendaraan I dibanderol Rp 7.500 dari sebelumnya Rp 7.000. Sementara itu, untuk golongan kendaraan II menjadi Rp 11.500 dari Rp 9.500.

Untuk Golongan kendaraan III tarifnya turun dari Rp 12.000 menjadi Rp 11.500, dan golongan kendaraan IV turun dari Rp 16.000 menjadi Rp 15.000. Sedangkan golongan kendaraan V turun dari Rp 20.000 dari Rp 15.000.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Abdul Rozak



Close Ads