alexametrics

Tol Gilimanuk–Mengwi Akan Dilengkapi Lajur Motor

PUPR Tawarkan Proyek Senilai Rp 19,36 Triliun
30 September 2020, 13:17:56 WIB

JawaPos.com–Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengungkapkan, proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi, Bali, akan dilengkapi lajur untuk motor.

”Seperti halnya tol pertama di Bali, tol Gilimanuk–Mengwi ini juga akan dilengkapi dengan lajur motor yakni di seksi 2 dan 3,” ujar Anggota BPJT Unsur Akademisi Eka Pria Anas dalam acara market sounding virtual di Jakarta, Rabu (30/9).

Menurut Eka, jalan tol itu akan dibagi menjadi tiga seksi. Seksi 1 sepanjang 54 km pertama dari Gilimanuk serta panjang seksi 2 dan 3 tol dibagi rata sekitar 20 km setelah dari seksi 1 yang berakhir di Km 54. Biaya konstruksi tol perkiraan sekitar Rp 14,2 triliun dan biaya investasi sekitar Rp 19,36 triliun. Masa konsesi Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi 45 tahun.

”Pembangunan ruas tol Gilimanuk–Mengwi ini akan dimulai di seksi 2 dan 3 yang mendekati ke arah Denpasar pada 2021 dengan tahun operasi diasumsikan pada akhir 2022,” ujar Eka.

Dia menjelaskan, untuk seksi 1 jalan tol akan dibangun pada 2022, usai seksi 2 dan 3 tol tersebut beroperasi, karena lebih panjang sehingga membutuhkan waktu lebih lama dan diharapkan dapat beroperasi pada 2024.

”Perkiraan lintas harian kendaraan pada 2022 saat seksi 2 dan 3 tol ini dioperasikan sekitar 50 ribu kendaraan per hari, termasuk mobil dan motor,” terang Eka.

Dia berharap pada Juni 2021 sudah ada penandatanganan perjanjian kerja sama atau PPJT, sehingga diikuti dengan dimulainya konstruksi sekitar kuartal III atau IV 2021.

Trase jalan tol Gilimanuk–Mengwi dimulai dari wilayah Gilimanuk yang memiliki pelabuhan ferry antarpulau menyusuri wilayah selatan Bali sampai ke Denpasar di sekitar wilayah Mengwi. Sasaran tol Gilimanuk–Mengwi adalah untuk melayani akses kawasan-kawasan pariwisata, termasuk di Kabupaten Badung, Tabanan, dan Kabupaten Jembrana.

Proyek jalan tol tersebut sudah mempertimbangkan rencana tata ruang dan wilayah Bali periode 2009–2029, sehingga akses kepada kawasan wisata menjadi lebih baik dan lancar.

”Diharapkan dapat meningkatkan jumlah turis atau wisatawan ke Bali yang selama ini memang sudah menjadi favorit, namun mungkin bisa ditingkatkan lagi terutama di daerah-daerah sebelum Badung, seperti Jembrana maupun Tabanan,” ujar Eka Pria Anas.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara




Close Ads