alexametrics

Luhut: Sinergi Kelembagaan Tol Laut dan Sislognas jadi Keharusan

30 September 2020, 22:51:25 WIB

JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa untuk menyukseskan program tol laut, diperlukan adanya koordinasi antar stakeholder baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Khususnya mereka yang wilayahnya dilintasi oleh tol tersebut.

“Memang perlu koordinasi, semisal jadwal kapal yang harus semua pihak ketahui. Jadi lebih tahu dari awal, agar barang yang diangkut itu bisa efisien, jadwal kapal itu bisa diberikan dengan jelas. Agar Kemenhub buat jadwal yang fix,” ujarnya, Rabu (30/9).

Kemudian, Luhut melanjutkan, nantinya dapat dibentuk semacam Tim Terpadu yang terdiri dari lintas Kementerian atau Lembaga. Ia pun akan memerintahkan Plt. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Ayodhia GL Kalake, agar terus mengawal program ini dan juga diupayakan untuk dimasukkan ke dalam National Logistic Ecosystem (NLE).

“Saya tugaskan Deputi saya Pak Odi (Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Ayodhia GL Kalake, Red), coba masukkan dalam ekosistem NLE. Semoga ini akan kita nikmati dalam waktu tidak lama. Saya minta seminggu dari sekarang, Pak Odi agar bisa mengatur pertemuan untuk mengetahui perkembangan dan tindak lanjutnya,” imbuhnya.

Sementara, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, terkait jadwal angkutan laut harus mendapatkan perhatian lebih. Tito mengatakan, memang perlu adanya koordinasi dan komunikasi yang intens dengan pengelola tol laut di daerah, utamanya mengenai masalah teknis.

“Kami sependapat, diperlukan satu sistem. Ini perlu dikomunikasikan secara teknis kepada pengelola di daerah agar mereka tahu persis, agar mereka bisa mengintegrasikan dengan sistem angkutan laut,” jelasnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan, sebagai upaya peningkatan kinerja tol laut, menurutnya akan ada beberapa langkah yang dilaksanakan oleh Kemenhub.

“Semisal dengan pengembangan trayek dengan pola hub dan spoke, melibatkan peran serta pelayaran nasional swasta, pengontrolan pembiayaan THC, melengkapi fasilitas bongkar muat di pelabuhan singgah T3P, perbaikan performa kapal dalm hal operasional dan pemeliharaan, dan pengembangan dan perbaikan sistem digitalisasi,” tuturnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Romys Binekasri




Close Ads