alexametrics

PUPR Akui Karakteristik Hunian Milenial Berbeda

30 Agustus 2020, 14:45:45 WIB

JawaPos.com – Rumah bagi para milenial saat ini bukan lagi sebagai tujuan akhir untuk melaksanakan kehidupan sehari-hari. Sebab, mobilitas yang sangat tinggi menjadikan rumah hanya sebagai tempat transit sementara. Hal ini diungkapkan Wakil Menteri PUPR Jhon Wempi Wetipo.

Ia memandang, kebutuhan rumah bagi para milenial memiliki karakteristik khusus. Generasi milenial cenderung memiliki pandangan tersendiri terhadap hunian idaman yang memiliki banyak kemudahan. Sehingga mereka cenderung menyewa hunian yang berada di tengah kota atau dekat dengan simpul transportasi umum.

Dengan demikian, kebutuhan rumah layak untuk para milenial menjadi agenda khusus Kementerian PUPR. Salah satunya, melalui pembangunan Perumahan Di Kawasan Strategis Transit Oriented Development (TOD). Konsep rumah susun dan dekat dengan pusat kegiatan dinilai sesuai dengan karakteristik kebutuhan milenial.

“Hal ini mendorong pemerintah untuk meningkatkan pelaksanaan pembangunan di sektor perumahan, baik yang dibangun oleh pemerintah, maupun swasta,” ujarnya dalam acara diskusi, dikutip Minggu (30/8).

Padahal, menurutnya, memiliki rumah sendiri merupakan salah satu hal penting bagi para generasi milenial di Indonesia. Sebab, dapat meningkatkan aset bagi para milenial serta mendukung peningkatan perekonomian nasional.

Berdasarkan dara Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional, pada 2019 jumlah generasi milenial dengan rentang usia 18-37 tahun mencapai angka 81 juta jiwa dan pada 2020, diperkirakan jumlah generasi milenial mencapai 60 persen dari populasi penduduk Indonesia.

“Rumah bagi generasi milenial sekarang itu sangat penting. Jadi berinvestasilah di perumahan mulai sekarang,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid yang mengaku bahwa generasi milenial saat ini memiliki kecenderungan membutuhkan tempat tinggal dengan cara menyewa.

Sehingga, pihaknya telah membuat desain rumah susun yang sesuai dengan karakteristik para generasi muda. Desain tersebut dibagi dalam tiga kelompok, yaitu milenial awal (25-27 tahun) dengan desain rumah susun tipe 24, milenial berkembang (25-35 tahun), dengan desain rumah susun tipe 36, milenial maju (>35 tahun), dengan desain rumah tipe 45.

“Rumah adalah merupakan tempat tinggal yang aman dan sebagai tempat untuk pembinaan keluarga. Disamping itu rumah juga merupakan aset bagi pemiliknya. Oleh karena itu, rumah bagi kaum milenial merupakan investasi menuju kehidupan di masa yang akan datang,” tutupnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Romys Binekasri



Close Ads