alexametrics

Presiden Yakin YIA Bakal Ramai setelah Vaksinasi Covid-19

Yogyakarta International Airport Diresmikan
29 Agustus 2020, 10:12:24 WIB

JawaPos.com – Hampir seluruh penerbangan komersial dari dan ke Jogjakarta resmi pindah bandara. Itu terjadi setelah Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Yogyakarta International Airport (YIA) kemarin (28/8).

Dengan kapasitas yang jauh lebih besar daripada bandara sebelumnya, Adisutjipto, YIA diproyeksikan mampu mendatangkan wisatawan lebih banyak ke DIJ pascapandemi nanti. Bandara tersebut sebenarnya mulai beroperasi pada akhir Maret lalu meskipun banyak pembatalan penerbangan yang dilakukan.

Penerbangan sempat nyaris berhenti total saat terbit larangan terbang per 24 April.

Saat penerbangan mulai dibuka lagi hingga peresmian kemarin, sebagaimana umumnya bandara saat ini, YIA belum benar-benar beroperasi normal.

Baca juga: Presiden Jokowi Resmikan Bandara YIA Senilai Rp 11,3 triliun

Presiden mengatakan bisa memaklumi kondisi penerbangan yang masih sepi karena memang banyak pembatasan. ’’Tapi, begitu mulai vaksinasi (Covid-19), insya Allah saya meyakini bandara ini (YIA) menjadi bandara yang paling ramai,’’ ujarnya.

Itu didasari kapasitas bandara yang belasan kali lipat lebih banyak ketimbang Adisutjipto. Jauh sebelum itu, presiden pernah menyebut masyarakat sudah rindu liburan. Dia yakin pariwisata akan langsung booming bila pandemi sudah bisa diatasi.

Selain bandara, kemarin presiden meresmikan menara airnav dan sistem peringatan dini tsunami di pantai selatan Jawa. Berkaitan dengan itu pula, presiden membanggakan sistem konstruksi YIA yang diklaim lebih tahan gempa dan tsunami. YIA didesain memiliki daya tahan terhadap gempa sampai 8,8 skala Richter. ’’Juga bisa menahan gelombang tsunami hingga ketinggian 12 meter,’’ lanjutnya.

Selain kapasitas yang jauh lebih besar, YIA siap didarati hampir semua jenis pesawat komersial. Termasuk jumbo jet seperti Airbus A380 atau Boeing 747. Juga pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777/787 dan Airbus A350. Sebab, panjang runway mencapai 3.250 meter dan kekuatan landasan lebih memadai (selengkapnya lihat grafis).

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Bandara Internasional Yogyakarta diharapkan dapat membantu menarik wisatawan lokal dan mancanegara. Konektivitas menjadi hal penting untuk pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

Di Jogjakarta dan Jawa Tengah terdapat banyak tempat wisata. Salah satunya adalah kawasan destinasi superprioritas Candi Borobudur.

Kementerian Perhubungan telah memastikan adanya dukungan transportasi antarmoda untuk memudahkan pergerakan penumpang dari bandara menuju Kota Jogjakarta dan destinasi wisata. Ada berbagai pilihan angkutan. Di antaranya, angkutan pemadu moda DAMRI, SatelQu, taksi bandara, taksi online, dan kereta api.

Baca juga: Kulon Progo Dukung Percepatan Pembangunan Jalan Bandara YIA–Borobudur

Ke depan, jalur kereta langsung masuk ke dalam area bandara. ”Dengan adanya konektivitas antarmoda ini, kami berharap dapat memulihkan perekonomian nasional dengan menarik lebih banyak wisatawan,” ujarnya.

Direktur Utama AirNav Indonesia Pramintohadi menyampaikan, Bandara YIA memiliki tower ATC yang canggih. Salah satunya, tower dibangun tahan terhadap tsunami dan dapat langsung beroperasi melayani penerbangan setelah tsunami berhenti.

Menurut Pramintohadi, itu disebabkan seluruh peralatan navigasi ditempatkan pada ketinggian 15 mdpl. ”Kami juga melayani pendaratan pesawat berbasis satelit yang biasa disebut performance based navigation (PBN),” ungkapnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Ilham Safutra

Reporter : byu/lyn/c7/ttg




Close Ads